BPS Catat Nilai Tukar Petani Juli 2020 Naik 0,49%

Alfi Kholisdinuka - detikFinance
Senin, 03 Agu 2020 16:55 WIB
Petani melakukan panen di Desa Rancaseneng, Kecamatan Cikeusik, Pandeglang, Banten, Selasa (28/7/2020). Sebanyak 400 hektar sawah panen dengan baik.
Ilustrasi Petani/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) pada bulan Juli 2020 mengalami kenaikan mencapai 100,09 atau naik 0,49% jika dibanding dengan NTP sebelumnya. Kenaikan terjadi lantaran indeks harga yang diterima petani (It) naik sebesar 0,47%.

"Selain itu, NTUP (Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian) secara nasional juga mengalami kenaikan sebesar 100,53 atau 0,28%. Angka ini jauh lebih besar jika dibanding NTUP pada bulan sebelumnya," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto dalam keterangan tertulis, Senin (3/8/2020).

Menurut Suhariyanto, NTP Riau mendominasi kenaikan yang cukup besar, yakni berada di angka 3,57%. Capaian ini merupakan catatan baik karena sektor pertanian terus mengalami perkembangan.

"Kenaikan NTP menjadi bukti bahwa pemerintah bekerja serius setelah bulan sebelumnya terjadi penurunan," ungkapnya.

Di sisi lain, kata Suhariyanto, harga gabah dan beras di penggilingan juga mengalami perkembangan bagus. Angka ini terlihat dari 1.629 transaksi penjualan gabah di 28 provinsi selama Juli 2020. Tercatat, transaksi gabah kering panen (GKP) mencapai 60,28%, gabah kering giling (GKG) 20,81%, dan gabah luar kualitas 18,91%.

Dengan demikian, selama Juli 2020 rata-rata harga GKP di tingkat petani mencapai Rp 4.788 per kilogram atau naik sebesar 1,44%. Sementara di tingkat penggilingan sebesar Rp 4.883 per kilogram atau naik 1,32% dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada bulan sebelumnya.

"Jadi rata-rata harga GKG di tingkat petani sebesar Rp 5.451 per kilogram atau turun 6,74%. Kemudian angka di tingkat penggilingan Rp 5.601 per kilogram atau turun 5,99%. Harga gabah luar kualitas di tingkat petani Rp4.387 per kilogram atau naik 0,29% dan di tingkat penggilingan Rp 4.487 per kilogram atau naik 0,39%," jelasnya.

Sebagai informasi, NTP adalah indikator kesejahteraan petani, di mana perhitungannya menggunakan rasio antara indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga yang dibayar petani. Selain NTP, terdapat NTUP yang merupakan indikator dalam menentukan tingkat kesejahteraan petani dari usaha pertanian secara keseluruhan.



Simak Video "BPS Catat September Alami Deflasi 0,05%"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/hns)