Cara Sri Mulyani Pacu Ekspor Demi Dongkrak Ekonomi yang Lagi Gempor

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 04 Agu 2020 22:00 WIB
Aktivitas bongkar muat peti kemas di Terminal 3 Tanjung Priok, Jakarta, Senin (17/2/2020). Selama Januari 2020, ekspor nonmigas ke China mengalami penurunan USD 211,9 juta atau turun 9,15 persen dibandingkan bulan sebelumnya (mtm). Sementara secara tahunan masih menunjukkan pertumbuhan 21,77 persen (yoy).
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Program pemulihan ekonomi nasional (PEN) masih terus berlanjut, hal ini agar roda perekonomian terus bergerak. Misalnya dengan memberikan penjaminan untuk sektor perbankan.

Tujuannya untuk memulihkan kegiatan usaha hingga menciptakan lapangan kerja.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) akan berkontribusi dalam skema penjaminan atas pinjaman modal kerja yang diberikan perbankan kepada pelaku usaha korporasi padat karya.

Kapasitas LPEI merupakan lembaga penjamin yang memiliki jenis penjaminan sovereign guarantee dan didukung peningkatan kapasitas finansial melalui penyertaan modal negara (PMN).

"LPEI desainnya hanya untuk yang export-oriented tapi sekarang kita perluas untuk yang industri substitusi impor juga yang bisa memberikan dampak yang positif sehingga akhirnya ini membuat Spesial Mission Vehicle (SMV) -nya Kementerian Keuangan makin memiliki kemampuan dan kita harapkan juga punya tata kelola yang sesuai dengan tantangan yang ada," ujarnya dalam siaran pers, Selas (4/8/2020).

Penjaminan yang disalurkan pemerintah melalui LPEI diharapkan dapat membantu kegiatan usaha dan menghidupkan roda perekonomian sehingga dapat memberi ruang bagi perbankan untuk menyalurkan kredit modal kerja kepada pelaku usaha.

Dengan adanya peran dukungan dari LPEI salah satu SMV Kementerian Keuangan, diharapkan sektor perbankan dapat lebih percaya diri dan leluasa menyalurkan kredit modal kerja kepada pelaku usaha di sektor padat karya.

Direktur Eksekutif LPEI James Rompas menjelaskan memberikan dukungan untuk peningkatan ekspor dan mendorong sektor riil di dalam negeri dengan menyalurkan penjaminan kredit.

Dalam skema penjaminan kredit modal kerja korporasi, porsi penjaminan sebesar 60% dari kredit, namun untuk sektor-sektor prioritas porsi yang dijamin sampai dengan 80 persen dari kredit.

Sektor mana yang jadi prioritas? Buka halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Gelagat Resesi dari Sri Mulyani"
[Gambas:Video 20detik]