Corona Masih Merajalela, Program Pulihkan Ekonomi RI Lanjut ke 2021

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 05 Agu 2020 05:30 WIB
Ilustrasi Corona
Foto: dok iStock
Jakarta -

Pandemi virus Corona (COVID-19) belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Pemerintah pun memutuskan program pemulihan ekonomi akan berlanjut hingga 2021.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan dampak pandemi Corona diprediksi masih akan dirasakan hingga tahun depan.

"Di tahun 2021 kebijakan pemerintah juga masih dalam skenario pemulihan ekonomi," kata Airlangga dalam keterangan resmi yang dikutip detikcom, Selasa (4/8/2020).

Airlangga menyebut bantuan sosial (bansos) akan didorong hingga 2021 dan secara bertahap akan mulai dikurangi pada 2022. Sedangkan usaha dan industri padat karya akan terus didorong hingga 2022.

Untuk kebijakan kesehatan, Airlangga bilang, pemerintah akan terus mendorong dengan prioritas tinggi hingga 2021.

"Kami harap di tahun 2022 dan 2023 vaksin telah ditemukan, sehingga mereka akan berada pada posisi normal," imbuhnya.

Selain itu, pemerintah juga akan melakukan restrukturisasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Penempatan dana dan penjaminan juga terus dilakukan agar sektor riil dapat bergerak.

"Kami juga akan terus lakukan relaksasi regulasi. Salah satunya adalah dengan transformasi regulasi melalui RUU Cipta Kerja," ujarnya.

Pemerintah juga telah menempatkan dana di beberapa bank. Klik halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Realisasi Anggaran PEN Telah Capai 45,5%"
[Gambas:Video 20detik]