Biang Kerok RI Kalah Saing dari Vietnam-Malaysia

Vadhia Lidyana - detikFinance
Rabu, 05 Agu 2020 08:08 WIB
Daya Saing RI Turun
Foto: Tim Infografis, Mindra Purnomo
Jakarta -

Ada tiga permasalahan besar yang menyebabkan Indonesia kalah kalah saing dengan Malaysia, Vietnam, Thailand, dan Filipina dalam menjaring investor asing atau foreign direct investment (FDI).

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan, persoalan pertama ialah harga tanah yang mahal.

Berdasarkan data BKPM, harga tanah di Indonesia sebesar US$ 225 per meter persegi atau sekitar Rp 3,3 juta/meter persegi (kurs Rp 14.700). Sedangkan, harga tanah di Vietnam hanya US$ 90 atau Rp 1,3 juta/meter persegi, di Malaysia hanyalah US$ 100 atau sekitar Rp 1,4 juta/meter persegi, lalu Filipina US$ 127 atau sekitar Rp 1,8 juta/meter persegi, dan Thailand hanya US$ 215 atau sekitar Rp 3,1 juta/meter persegi.

"Tanah saya mau jujur mengatakan bahwa kita mahal Rp 3-4 juta per meter, di beberapa negara lain kecil sekali," ungkap Bahlil dalam webinar Indef, Selasa (4/8/2020).

Untuk menangani persoalan harga tanah otu, pemerintah membangun Kawasan Industri Terpadu (KIT) di Batang, Jawa Tengah. Bahlil menjamin, harga tanah di KIT batang akan lebih murah dibandingkan Vietnam.

"Makanya kami mendorong kemarin untuk membuat kawasan industri di Batang. Di sana kami buat konsep baru dengan BUMN, di mana seluruh perizinan-nya semua BKPM yang urus. Mau izin kabupaten, provinsi, dan pusat semua BKPM yang urus, lokasinya di Batang. Harga tanahnya pasti lebih murah dari Vietnam," tegas dia.

Selain itu, Bahlil juga mengatakan pemerintah menyiapkan skema pembayaran lahan yang menggiurkan bagi investor yang mau menanamkan modal di Indonesia, khususnya berinvestasi di KIT Batang.

"Judulnya di sana adalah silakan datang yang penting serius, harga tanahnya terjangkau, kalau katakanlah gratis 5 tahun dulu, monggo, selebihnya kita kasih sewa atau bagaimana, jadi ini lebih fleksibel, nggak ada masalah," terangnya.

lanjut ke halaman berikutnya

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "153 Perusahaan Siap Investasi ke Indonesia Usai UU Ciptaker Berlaku"
[Gambas:Video 20detik]