Pembelian Beras Petani oleh Bulog Masih Jauh di Bawah Target

Pembelian Beras Petani oleh Bulog Masih Jauh di Bawah Target

- detikFinance
Rabu, 04 Jan 2006 11:23 WIB
Jakarta - Badan Urusan Logistik (Bulog) baru membeli beras petani di bawah 5.000 ton, sampai H-1 batas waktu penyerapan pada 5 Januari 2005 yang sebesar 132 ribu ton.Jumlah ini jauh di bawah target yang diharapkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) agar Bulog memobilisasi beras petani."Hasil mobilisasi beras dalam negeri saya perkirakan baru di bawah 5.000 ton, harapan stok lainnya datang dari Sulawesi, Jawa Timur dan Jawa Tengah, sementara untuk Jawa Barat nol," kata Dirut Bulog Widjanarko Puspoyo.Hal ini disampaikan dia usai acara pelantikan pejabat Bulog tingkat divre di Gedung Bulog, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (4/1/2006).Masih sedikitnya penyerapan beras petani oleh Bulog ini, karena harga beras saat ini sangat tinggi dan rata-rata sudah di atas Rp 4.000 per kilogram. Sedangkan kemampuan pembelian beras Bulog sesuai harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp 3.550 per kilogram.Padahal Bulog harus menambah stok beras hingga miminal 1 juta ton yang saat ini sudah menurun menjadi 860 ribu ton.Diakui Widjanarko, sepanjang sejarah, Bulog memang kesulitan menyerap beras petani di bulan Januari. "Tapi kita akan coba habis-habisan untuk mencapai sebanyak mungkin," tuturnya.Mengenai indikasi kemungkinan melakukan impor beras akibat sulitnya membeli beras petani karena harga sudah naik, Widjanarko mengaku, hal tersebut baru akan diputuskan dalam rapat dengan Menko Perekonomian pada Kamis besok 5 Januari."Pukul lima sore ini akan ada rapat teknis laporan daerah tentang kemampuan penyarapan beras, ini merupakan program khusus," ujar Widjanarko.Saat ini, ungkap Widjanarko, harga beras dalam negeri telah naik terus di atas Rp 4.200 per kilogram. Namun beras yang beredar di pasar dalam negeri kadar airnya tinggi di atas 15 persen, di atas standar Bulog yang sebesar 14 persen supaya bisa disimpan selama 6 bulan.Mengenai kemungkinan adanya impor beras, Widjanarko memastikan, rencana impor lanjutan dari Vietnam tidak akan masuk ke pelabuhan di Jawa."Semua masuk di pelabuhan luar Jawa, yakni Belawan, Dumai, Bitung, Kupang, Sorong dan Kaltim, sehingga tidak ada yang masuk dari Ciwandan Banten," janji Widjanarko. (ir/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads