Bantuan Rp 600 Ribu untuk Pekerja Dinilai Ciptakan Trickle Down Effect

Nurcholis Ma - detikFinance
Jumat, 07 Agu 2020 17:46 WIB
rupiah
Foto: shutterstock
Jakarta -

Pengamat Ekonomi dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Retno Tanding mengapresiasi pemerintah yang berencana memberikan bantuan Rp 600 ribu pada pekerja yang bergaji di bawah Rp 5 juta. Menurutnya, salah satu program untuk mempercepat penyerapan anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) itu dapat membuat trickle-down effect.

Retno menyatakan dampak dari pandemi COVID-19 tidak hanya pada kesehatan, tetapi kegiatan ekonomi yang melambat. Itulah yang saat ini terjadi di masyarakat.

"Ketika anggaran pemerintah dalam bentuk program kerja itu bisa dilaksanakan maka akan terjadi trickle-down effect," ujar Retno, Jumat (7/8/2020).

Trickle-down effect merupakan teori ekonomi yang menyatakan pertumbuhan ekonomi yang berfokus pada pemilik uang yang akhirnya akan merembes ke lapisan masyarakat termiskin dan bermanfaat bagi semuanya.

Retno mengatakan dengan kata lain, kegiatan ekonomi yang lebih besar diharapkan dapat memberikan efek terhadap kegiatan ekonomi di bawahnya yang memiliki lingkup lebih kecil.

Hal ini diharapkan bisa mendorong dan memberikan insentif pada kegiatan ekonomi agar terus berjalan. Pasar di tingkat bawah akan bergerak karena daya beli masyarakat terjaga atau tumbuh.

"Rp 600 ribu ini bisa sebagai insentif maupun sebagai stimulus untuk kembali menggerakkan ekonomi sehingga orang bisa punya uang untuk dibelanjakan," ucap Retno.

Retno mengatakan belanja masyarakat menjadi sangat penting karena akan memutar roda ekonomi di tingkat bawah.

"Sebenarnya kita itu ingin mendorong supaya orang tuh beli-beli, karena ekonomi akan berjalan ketika orang itu belanja," tegasnya.

Menurut Retno, wacana pemberian bantuan Rp 600 ribu kepada karyawan yang bergaji di bawah Rp 5 juta juga bertujuan untuk mempercepat penyerapan anggaran dana sosial.

"Benefitnya salah satunya untuk penyerapan dana sosial untuk membantu karyawan yang terdampak COVID-19," ungkapnya.

Selain itu, kata Retno, bantuan tersebut juga menjadi salah satu stimulus ekonomi sehingga karyawan yang memperoleh bantuan tersebut bisa membelanjakan uang itu.

Kata dia, ekonomi Indonesia terus diperjuangkan untuk tumbuh kembali. Pemerintah menepis asumsi negatif sebagian orang yang menyebut perekonomian makin parah.

Banyak program digelar, termasuk untuk menyiasati ancaman kontraksi ekonomi kuartal III seperti yang dikhawatirkan beberapa pihak.

Intinya, kata Retno, pada masa pandemi COVID-19, pemerintah terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Berbagai stimulus ekonomi terus disampaikan.

"Apabila semua program bantuan pemerintah bisa berjalan maksimal maka pertumbuhan ekonomi nasional akan kembali positif. Penyerapan anggaran yang bagus itu imbasnya pada ekonomi juga," kata Retno.



Simak Video "Sederet Bantuan Pemerintah di Masa Pandemi Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/ega)