Corona Merajalela, Wisman ke RI Diprediksi Cuma 4 Juta Orang

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 07 Agu 2020 22:31 WIB
Orang-orang menyaksikan matahari terbit di sebuah pantai di Bali, Indonesia, Kamis (9/7/2020). Pulau resort di Bali dibuka kembali setelah tiga bulan terkunci akibat pandemi virus Corona pada Kamis ini. Pembukaan tahap pertama ini hanya untuk wisatawan dan penduduk lokal serta sebagian turis asing yang terdampar untuk melanjutkan kegiatan publik sebelum kembali dibuka untuk kedatangan orang asing pada September mendatang. (Foto AP / Firdia Lisnawati)
Foto: AP/Firdia Lisnawati
Jakarta -

Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia tahun ini akan anjlok gara-gara Corona. Diperkirakan hingga akhir tahun ini kunjungan wisman mentok di angka 4 juta orang/tahun.

Padahal biasanya kunjungan wisman ke Indonesia bisa mencapai 18 juta orang/tahun.

"Menurut perkiraan kami situasi pariwisata yang kalau harusnya sebelum ada covid adalah itu 18 juta dulu, sekarang tahun ini sekitar 2,8-4 juta wisatawan, yang harusnya 18 juta," ujar Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Hari Santosa Sungkari, dalam webinar yang dihelat oleh Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Jumat (7/8/2020).

Selain itu jumlah wisatawan lokal juga bakal mengalami kondisi serupa dengan wisman. Jumlah wisatawan lokal diperkirakan hanya 130 juta orang/tahun, dari target 310 juta orang/tahun.

"Itu juga wisatawan domestik yang diperkirakan 310 juta hanya akan ada terjadi 140 juta, kalau kita pada angka sampai sekarang. Untuk wisatawan mancanegara akan terjadi di 2024 atau 2025," papar Hari.

Merespons kondisi di atas, pemerintah mengkaji untuk membuka pariwisata dengan travel bubble alias akses masuk untuk turis dari beberapa negara terbatas. Pemerintah sedang menjalin komunikasi dengan Korea Selatan, Taiwan, dan China.

"Tentu kita akan pikirkan dengan negara yang pengelolaan kesehatannya baik dan kasus COVID-nya rendah. Ada Korea Selatan, Taiwan, China, yang bagus tapi kita belum menentukan," jelas Hari.

Hari menambahkan pemerintah juga menjajal pihak Singapura soal travel bubble ini. Namun, Singapura nampaknya sampai akhir tahun masih melarang warganya ke luar negeri.

"Singapura bahkan sampai akhir tahun belum membolehkan warganya keluar dari negaranya. Jadi masih jauh dengan Singapura," kata Harii.



Simak Video "Menparekraf Siapkan Rp 100 M untuk Tempat Isolasi Covid-19 Baru"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)