Dorong Ekonomi, The FED Sarankan AS Lockdown 6 Minggu

Hendra Kusuma - detikFinance
Senin, 10 Agu 2020 09:45 WIB
Aksi demo melanda negara bagian AS, Minnesota. Aksi demo itu memprotes aturan tetap di rumah, yang diterapkan karena pandemi virus Corona.
Foto: AP/Evan Frost
Jakarta -

Bank sentral AS, The FED menyarankan pemerintah AS untuk melakukan lockdown selama 6 minggu agar ekonomi bisa kembali bangkit. Hal itu diungkapkan Presiden FED Minneapolis Neel Kashkari.

Kashkari mengatakan pemerintah AS harus segera mengeluarkan kebijakan berada di rumah. "Untuk semua orang, kecuali pekerja yang benar-benar penting hingga enam minggu," kata dia dilansir dari CNBC, Senin (10/8/2020).

Menurut dia, lockdown yang diterapkan pada Maret lalu belum ketat sehingga menyebabkan AS tertinggal dari negara-negara lain dalam mengendalikan COVID-19.

"Agar efektif, lockdown harus komprehensif dan seketat mungkin. Jika tidak mau mengambil tindakan ini, jutaan kasus dengan tingkat kematian lebih banyak terjadi sebelum vaksin tersedia. Selain itu, pemulihan ekonomi akan jauh lebih lambat, dengan banyak kegagalan bisnis dan pengangguran yang tinggi dalam satu atau dua tahun mendatang," katanya.

Penutupan bisnis saat lockdown pertama kali menyebabkan hilangnya sekitar 20 juta pekerjaan, saat ini hanya setengahnya yang telah pulih. Pemulihan tersebut membuat utang pemerintah melambung tinggi jadi US$ 26,5 triliun.

Langkah-langkah tersebut juga memberikan dampak yang lebih luas terhadap ekonomi AS, terlihat dari penurunan PDB hingga 32,9% pada kuartal II tahun 2020. Kashkari mengatakan upaya lockdown pertama belum cukup ketat karena ada 100.000 kasus baru per hari dengan lebih dari 160.000 kematian yang dikaitkan dengan Corona.

"Sederhananya, upaya lockdown kami untuk mengendalikan penularan virus jauh sebelum virus terkendali," ungkapnya.



Simak Video "Erick Thohir Sebut Keputusan Jokowi Tak Lockdown Sudah Tepat"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/fdl)