3 Manfaat Diskon Gede-gedean buat Ekonomi RI

Soraya Novika - detikFinance
Senin, 10 Agu 2020 19:00 WIB
Beautiful caucasian woman excited when see the price tag on sale clothing fashion at the store, discount, shock price
Foto: iStock
Jakarta -

Mulai akhir pekan ini, bakal ada diskon besar-besaran di lebih dari 300 mal mencakup seluruh e-commerce di seluruh Indonesia. Diskon besar-besaran itu merupakan program dari ajang Hari Belanja Diskon Indonesia (HBDI) 2020 yang akan dilaksanakan pada 14-30 Agustus mendatang.

Untuk diketahui, HBDI merupakan acara tahunan yang diadakan setiap menjelang perayaan HUT RI. Tahun ini, HBDI menawarkan berbagai penawaran menggiurkan. Mulai dari diskon hingga 75%, potongan belanja Rp 75.000, buy 1 get 1, dan sebagainya.

HBDI diharapkan mampu mendongkrak daya beli masyarakat terutama di tengah pandemi ini. Lalu, apakah kemudian momen HBDI ini mampu menopang ekonomi RI dan mencegahnya masuk ke jurang resesi?

1. Dongkrak Konsumsi Rumah Tangga RI

Menurut Ekonom Center of Reform on Economic (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet, momen diskon gede-gedan ini diyakini dapat menstimulus kenaikan pada konsumsi rumah tangga masyarakat Indonesia.

"Iya kalau dilihat dari upaya pemerintah dalam mendorong upaya konsumsi dengan cara misalnya mendorong BLT kemudian ada juga pinjaman tanpa bunga kemudian sekarang di saat yang bersamaan ada HDBI untuk menstimulasi konsumsi, memang dia akan mendorong konsumsi RT," ujar Yusuf kepada detikcom, Senin (10/8/2020).

Sayangnya, kata Yusuf, porsi kenaikan konsumsi rumah tangga terhadap ekonomi RI secara keseluruhan masih sangat terbatas. Belum mampu menghindari Indonesia dari pertumbuhan minus seperti yang terjadi pada kuartal II-2020 lalu. Apalagi, kalau masyarakat Indonesia masih menahan diri dari kegiatan konsumtif tersebut.

"Tapi pada level yang terbatas belum sampai ke level bounce back ke level positif. Stimulan konsumsi dari bantuan pemerintah belum akan efektif jika masyarakat masih menahan konsumsi," tambahnya.

2. Cegah Ekonomi RI Terkoreksi Sedalam Kuartal II-2020

Meski begitu, setidaknya capaian minus ekonomi RI di kuartal III-2020 mendatang diyakini tidak akan sedalam capaian pada kuartal sebelumnya.

"Secara keseluruhan level pertumbuhan ekonomi masih berada di level negatif tapi pada angka yang lebih baik dibandingkan kuartal II-2020," imbuh Yusuf.

Hal serupa juga diyakini oleh Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira. Menurut Bhima, diskon gede-gedan memang bisa menggerakkan kembali perekonomian RI, namun amsih dalam level terbatas sebab masyarakat masih banyak yang takut beraktifitas di luar rumah.

"Jadi kalau menurut saya sih, efeknya sangat terbatas ya, kenapa begitu? Karena yang pertama kan ini kan tujuannya mendorong orang untuk belanja, sedangkan belanja di pusat perbelanjaan itu, masyarakat menengah dan atas itu belum terlalu percaya diri belum terlalu PD untuk bepergian ke pusat perbelanjaan, ini karena apa? Karena pandeminya masih cukup tinggi, masih jadi ancaman," kata Bhima.

3. Bantu UMKM Menggeliat Lagi

Paling tidak, dampak positif dari diskon gede-gedean ini bisa dirasakan dari aktivitas di e-commerce. Terutama, bila masyarakat lebih banyak yang memilih berbelanja produk lokal atau UMKM daripada impor.

"Ketika didorong di marketplace ini bagus ya bisa memberikan bantuan khususnya bagi pengusaha UMKM yang memasarkan produknya di marketplace," ucap Bhima.

Selain itu, menurut Yusuf bila masyarakat lebih memprioritaskan berbelanja pada produk-produk UMKM, tentunya bisa membantu pelaku usaha memperbaiki cashflow mereka.

"UMKM menyumbang sekitar 50% dari PDB Indonesia. Di samping itu membeli barang-barang UMKM bisa membantu mereka memperbaiki cashflow mereka," kata Yusuf.



Simak Video "Mulai Besok, Diskon Tiket Pesawat Hingga 50% Sudah Berlaku!"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)