Sssttt...Ada Bocoran 'Kado' buat Tenaga Kesehatan Nih

Hendra Kusuma - detikFinance
Senin, 10 Agu 2020 19:36 WIB
Sejumlah tenaga kesehatan mengenakan alat pelindung diri (APD) saat uji rapid test COVID-19 masal di Kota Pekanbaru, Riau, Kamis (4/6/2020). Kementerian Keuangan menyatakan hingga kini belum mengantongi data tenaga kesehatan (Nakes) dari pemerintah daerah yang menangani COVID-19, sehingga insentif untuk tenaga medis belum bisa dicairkan. ANTARA FOTO/FB Anggoro/nz
Foto: ANTARA FOTO/FB Anggoro
Jakarta -

Pemerintah berencana memberikan hadiah atau reward kepada tenaga kesehatan (nakes) yang selama ini terlibat dalam penanganan COVID-19. Pemberian itu masuk dalam usulan pemanfaatan program kesehatan yang dianggarkan Rp 23,3 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemberian reward kepada nakes juga sudah dipertimbangkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pemberian ditujukan kepada nakes dan non nakes.

"Ini semacam gaji ke-13 atau tambahan reward kepada mereka. Ini sedang disusun oleh Kementerian Kesehatan," kata Sri Mulyani dalam video conference, Jakarta, Senin (10/8/2020).

Selain itu, Sri Mulyani mengatakan pemerintah sudah memutuskan untuk memperpanjang pemberian insentif kepada nakes hingga akhir Desember 2020. Pemberian insentif juga berlaku bagi pekerja non nakes.

"Pemberian reward bagi nakes dan non nakes sebagai bentuk ucapan terima kasih," jelasnya.

Dalam usulan pemanfaatan program, Sri Mulyani mengatakan anggaran tersebut akan digunakan untuk mendukung rumah sakit agar tingkat kesembuhan pasien meningkat dan menekan tingkat kematian pasien terjangkit Corona.

Tidak hanya itu, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengaku pemerintah akan terus meningkatkan sosialisasi dan upaya perubahan perilaku agar masyarakat disiplin menjalankan protokol kesehatan demi menangani Corona.

Selanjutnya, pemerintah juga mengalokasikan anggaran untuk pengadaan vaksin COVID-19.

"Dari dana anggaran yang belum terserap ini sebagian akan dilakukan untuk proses pengadaan vaksin COVID-19. Ini pengadaan awal, atau proses pengadaannya dulu karena vaksinnya baru akan tersedia pada 2021," ungkapnya.



Simak Video "Pemberian Insentif Nakes Lama, Stafsus Menkes: Masalah Administrasi"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/hns)