Warga Inggris Happy Pub dan Cafe Buka Lagi, Daya Beli Pun Terkerek

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 11 Agu 2020 11:55 WIB
Pub hingga restoran di Inggris kembali dibuka usai pemerintah longgarkan lockdown. Warga pun antusias menikmati hiburan di akhir pekan.
Foto: AP Photo
Jakarta -

Tingkat belanja konsumen di Inggris selama bulan Juli meningkat dibandingkan saat masa pembatasan wilayah (lockdown) pada Maret lalu. Kenaikan daya beli konsumen ini didorong setelah pub, restoran, salon, dan industri lainnya dibuka kembali.

Dikutip dari Reuters, Selasa (11/8/2020) data dari Barclaycard dan British Retail Consortium (BRC) menunjukkan pengeluaran hampir kembali ke level normal selama bulan Juli. Meskipun tidak semua sektor memperoleh keuntungan.

Tetapi penjualan di public house (pub) dan restoran, yang dibuka kembali pada 4 Juli lalu, tetap jauh di bawah level tahun lalu. Barclaycard mengatakan pengeluaran konsumen 2,6% lebih rendah dari pada Juli 2019.

Sebaliknya, penjualan makanan siap saji dan makanan cepat saji 20% lebih tinggi daripada tahun lalu karena orang lebih suka makan di rumah. Hal itu mendorong Menteri Keuangan Inggris Rishi Sunak untuk mencoba memperbolehkan masyarakat makan di restoran pada Agustus ini.

Menurut data dari BRC pengeluaran untuk bahan makanan, furnitur, dan elektronik juga meroket. Total belanja ritel naik 3,2% lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Angka itu naik mendekati kenaikan Juni lalu yang mencapai 3,4%.

"Performa terkuat datang dari makanan, furnitur, dan peralatan rumah tangga, seiring semakin banyaknya konsumen yang menginvestasikan waktu mereka di rumah. Namun banyak toko, terutama di fashion, perhiasan dan kecantikan, masih berjuang untuk bertahan hidup, "kata kepala eksekutif BRC Helen Dickinson.

Sejak pandemi virus Corona Inggris mengalami krisis ekonomi terutama pada April hingga Juni dengan perkiraan daya beli turun sekitar 20%. Baiknya angka pengangguran hampir tidak meningkat sejauh ini. Hal itu diselamatkan dari skema perlindungan pekerja dari pemerintah.

Namun, di sisi lain Bank of England memperkirakan tingkat pengangguran akan naik hampir dua kali lipat menjadi 7,5% pada akhir tahun 2020.



Simak Video "Awasi Protokol Kesehatan, Pecalang Bali Pelototi Wisatawan"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)