Ajak UMKM Masuk Digital, Airlangga: Potensinya Bisa US$ 125 Miliar

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 11 Agu 2020 14:22 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto/Foto: Syailendra Hafiz Wiratama
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengajak pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) masuk pasar digital. Sebab potensinya untuk pasar di Indonesia hingga 2025 diprediksi bisa mencapai US$ 125 miliar atau Rp 1.812 triliun (kurs Rp 14.500).

"Kami berharap pelaku UMKM dapat menjangkau digitalisasi (karena) potensinya luar biasa di mana untuk pasar di Indonesia dari digitalisasi bisa mencapai US$ 125 miliar," kata Airlangga dalam webinar Gotong-royong #JagaUMKMIndonesia, Selasa (11/8/2020).

Pemerintah menargetkan 2 juta UMKM bakal masuk pasar digital hingga akhir tahun 2020. Pemerintah juga mendorong penggunaan barang dalam negeri agar dapat menopang UMKM yang terdampak pandemi COVID-19.

"Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia tersebut untuk mendukung digitalisasi yang ditargetkan sampai 2 juta UMKM. Kemenparekraf, UMKM dan LKPP juga sedang mendorong pembelian produk UMKM melalui aplikasi melalui e-catalog dan laman UMKM untuk pengadaan barang dan jasa," ucapnya.

Di samping bantuan yang dianggarkan sebesar Rp 123,46 triliun khusus UMKM, dalam waktu dekat pemerintah akan kembali memberikan bantuan kepada 12 juta UMKM sebesar Rp 2,4 juta per pelaku usaha dan pinjaman sebesar Rp 2 juta dengan suku bunga 0%.

"Diharapkan dalam waktu tidak terlalu lama akan segera disiapkan oleh Kementerian Koperasi dan UKM dan segera diluncurkan oleh pemerintah," tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, Presiden Direktur PT Unilever Indonesia Hemant Bakshi menuturkan hampir semua sektor terkena dampak pandemi corona, khususnya pelaku UMKM. Untuk itu, menurutnya semua pihak harus bisa bekerja sama mendorong penguatan UMKM.

"Hampir semua sektor terkena dampak dari pandemi, terlebih para pelaku UMKM. Gotong royong berbagai pihak membantu penguatan UMKM sangat penting untuk kebangkitan kita bersama. Bagi Unilever Indonesia, kemitraan dengan para pelaku UMKM - khususnya para mitra pedagang warung kami - adalah bagian penting dari ekosistem dan pertumbuhan sejak awal kami berdiri," jelasnya.

"Menyambung berbagai inisiatif UMKM sebelumnya, melalui kampanye #UnileverUntukIndonesia, kami memberikan dukungan nyata bagi 147.000 pedagang warung di ekosistem kami agar tetap sehat selamat dan dapat tetap berjualan. Hal ini kami lakukan dengan cara menyumbangkan keuntungan dari transaksi dengan warung-warung tersebut selama tiga bulan ke depan, yang disampaikan dalam bentuk paket berisi produk kebersihan serta alat perlindungan diri, dan tambahan modal untuk keberlangsungan usaha. Inilah salah satu perwujudan komitmen kami untuk terus mendukung para pelaku UMKM nusantara, semoga jadi penyemangat untuk kembali bangkit dan berkontribusi menuju Indonesia Maju," lanjut Hemant.

Paket produk kebersihan dan alat perlindungan berisi produk-produk yang sangat dibutuhkan dalam kondisi pandemi COVID-19 agar pedagang warung dapat tetap sehat dan selamat berupa pelindung wajah, masker, hand sanitizer dan sabun cuci tangan Lifebuoy serta Wipol Karbol. Sementara, tambahan modal usaha diberikan dalam bentuk e-coupon untuk digunakan melalui aplikasi Sahabat Warung, platform digital yang diluncurkan untuk memudahkan para mitra warung dalam proses pemesanan barang, proses komunikasi, serta memangkas rantai distribusi.



Simak Video "Anies Putuskan PSBB Total, Airlangga: Pekerja Kantoran Flexible Working"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)