Belanja di 6 Pasar di Kota Medan Ini Bisa via Grab Loh!

Nurcholis Maarif - detikFinance
Selasa, 11 Agu 2020 18:08 WIB
Pasar Tempel di kawasan Pondok Labu, Jakarta, sempat ditutup selama tiga hari sejak Jumat (3/7). Kini, pasar tersebut sudah kembali dibuka dengan aktivitas new normal.
Ilustrasi/Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Grab bermitra dengan PD Pasar Jaya untuk mendigitalisasi lima pasar tradisional di Medan dengan layanan GrabMart. Ada juga satu pasar lain yang hadir dalam layanan GrabMart, sehingga total ada enam pasar yang bisa dimanfaatkan masyarakat Medan untuk memesan seluruh kebutuhan harian dari ratusan pedagang tradisional melalui layanan GrabMart.

Keenam pasar tersebut yaitu Pasar Bakti, Pasar Kwala Bekala, Pasar Petisah, Pasar Pringgan, Pasar Sei Sikambing, dan Pasar Medan Tembung. Kerja sama ini untuk menunjang bisnis para pedagang agar tetap bisa melayani konsumen yang kebanyakan beraktivitas dari rumah. Kerja sama ini merupakan bagian dari program #TerusUsaha Grab untuk percepatan digitalisasi UMKM Sumatera Utara.

Menurut Head of West Indonesia Grab Indonesia, Richard Aditya, dukungan kepada seluruh UMKM di Sumatera Utara perlu dilakukan untuk memastikan mereka dapat bertahan, mengingat kontribusi ekonomi sektor ini yang sangat signifikan. Ia mengatakan sejak terdigitalisasi oleh GrabMart, rata-rata transaksi pedagang pasar meningkat hingga 245% dalam satu bulan.

"Dengan adanya perubahan perilaku dan kebiasaan konsumen di masa pandemi, digitalisasi menjadi sangat mendesak," ujar Richard dalam keterangan tertulis, Selasa (11/8/2020).

"Program #TerusUsaha yang sejalan dengan komitmen jangka panjang GrabForGood kami harapkan dapat memberikan solusi konkret dan juga membawa semangat baru bagi para pelaku UMKM untuk bangkit dan menyongsong era tatanan kehidupan baru ini," jelasnya.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan, Edliaty Siregar menyambut baik program #TerusUsaha yang diluncurkan Grab. Ia mengatakan pemerintah sepanjang tahun 2019 sudah membantu mempermudah penerbitan izin usaha agar lebih banyak lagi pelaku UMKM yang muncul di Kota Medan.

Dijelaskan Edliaty, para pelaku UMKM ini perlu diarahkan dan diberi pelatihan dalam membantu usaha, sehingga mereka dapat bersaing dan lebih percaya diri dalam mengembangkan usahanya.

"Grab sudah memberikan berbagai solusi, termasuk pelatihan dan pengembangan keterampilan untuk para UMKM, serta mendorong agar bertransformasi digital. Apresiasi setinggi-tingginya juga patut diberikan kepada Grab yang sudah membantu para pedagang pasar tradisional untuk meningkatkan pendapatan mereka dengan teknologi," ujarnya.

"Saya sangat berterima kasih kepada Grab atas program dan usahanya memajukan kehidupan masyarakat khususnya di Kota Medan agar mereka memiliki semangat untuk #TerusUsaha," kata Edliaty.

(prf/hns)