Lagi, Korban Corona: Mozilla PHK Ratusan Karyawan

Hendra Kusuma - detikFinance
Kamis, 13 Agu 2020 11:43 WIB
ilustrasi mozilla firefox
Foto: Internet
Jakarta -

Mozilla resmi memutus hubungan kerja (PHK) 250 karyawannya atau sekitar seperempat tenaga kerjanya. Total tenaga kerja Mozilla saat ini sekitar 750. Perusahaan memfokuskan sisa karyawannya untuk mengerjakan proyek baru.

"Pandemi Corona berdampak signifikan terhadap pendapatan kami. Akibatnya rencana pra-COVID kami tidak lagi bisa diterapkan," tulis CEO Mozilla, Mitchell Baker seperti dikutip dari The Verge, Kamis (13/8/2020).

Akibat kebijakan PHK ini, perusahaan Mozilla di Taipei akan ditutup. Meski begitu, perusahaan tidak menyebut tim mana yang akan terkena dampak. Pada Januari, Mozilla sudah memberhentikan 70 orang lantaran lambatnya peluncuran produk yang menjadi sumber pendapatan baru.

Mitchell Baker menyusun serangkaian fokus baru Mozilla untuk menetapkan arah yang lebih kuat. Beberapa fokus itu seperti membangun komunitas, membangun produk baru yang disukai serta diinginkan oleh pengguna. Fokus tersebut untuk menciptakan pendapatan baru bagi Mozilla.

Mozilla mendapatkan sebagian besar uangnya dari perusahaan yang membayar untuk menjadikan browser mereka sebagai default di Firefox, seperti Baidu di China, Yandex di Rusia, dan Google di Amerika Serikat (AS). Mozilla juga mendapat uang royalti dari iklan dan langganan.

Mitchell Baker mengatakan Mozilla akan fokus pada produk layanan VPN yang diberi nama Pocket, Chat Room VR Hubs, dan alat keamanan dan privasi yang baru. Mozilla juga meluncurkan layanan untuk pelanggan, model layanan ini berlangganan baru dan bisa akses VPN langsung dari Firefox.

Mozilla mengalami dekade yang berat karena pangsa pasarnya menyusut. Baker menyadari Mozilla harus bertemu dengan orang yang benar-benar ingin menggunakan layanan, membuat produk yang ingin digunakan orang.

"Saya sangat berharap ada cara lain mengatur Mozilla agar sukses dalam jangka panjang," kata Baker.



Simak Video "Inspiratif! Warga Bandung Bikin Rumah Pekerja Terdampak Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/eds)