Kang Emil Bidik Investasi Rp 107 T Sepanjang 2020

Yudha Maulana - detikFinance
Kamis, 13 Agu 2020 13:30 WIB
Presiden Joko Widodo hari mengunjungi mal yang berada di Bekasi. Kedatangannya itu untuk meninjau kesiapan Bekasi menjalankan skema new normal.
Gubernur Jabar Ridwan Kamil (Foto: Rifkianto Nugroho)
Bandung -

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menargetkan investasi masuk sebesar Rp 107 triliun untuk seluruh tahun 2020. Pria yang akrab disapa Kang Emil itu mengatakan, investasi yang masuk itu tidak hanya mengerek pendapatan Jabar dan ekonomi nasional, namun juga memperlebar serapan tenaga kerja yang lesu akibat pandemi COVID-19.

"Target Jabar untuk investasi masuk tahun ini adalah sebesar Rp107 triliun untuk seluruh tahun 2020. Untuk memenuhi target itu, kami akan melakukan strategi jemput bola ke investor dari negara-negara lain," kata pria yang akrab disapa Kang Emil itu dalam keterangan tertulisnya, Kamis (13/8/2020).

Ia akui, ada sejumlah wilayah di Jabar yang menjadi tujuan investasi asing. Di antaranya Karawang, Cikarang dan Bekasi. Menurut data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Jawa Barat menempati peringkat pertama realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp57,9 triliun.

Investasi tersebut juga berdampak kepada serapan tenaga kerja di Jawa Barat.

Kang Emil harapkan, untuk mencapai target investasi tersebut perlu juga sinkronisasi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah. "Saya yakin kalau ini berhasil, ekonomi di Jawa Barat bisa melompat dan kalau bisa meningkat tentu akan mengerek naik pertumbuhan ekonomi nasional," ujarnya.

Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia mengakui terjadinya penurunan realisasi investasi sepanjang kuartal II 2020 sebesar 3,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penurunan realisasi investasi yang cukup dalam sebesar 8,9 persen juga terjadi jika dibandingkan kuartal I tahun 2020.

Pada kuartal II tahun 2020, investasi asing (penanaman modal asing/PMA) mencapai Rp 97,6 triliun. Sementara investasi dalam negeri (penanaman modal dalam negeri/PMDN) pada kuartal II 2020 tercatat sebesar Rp 94,3 triliun.

"Capaian ini sudah lebih rendah dari ekspektasi BKPM, karena kami targetkan sekitar Rp 200 triliun (kuartal II)," ujar Bahlili.

Menyikapi hal ini, Bahlil bertindak proaktif mengejar investor yang telah menyatakan komitmennya dan berkomunikasi dengan mereka untuk mengetahui hambatan yang dihadapi investor.

BKPM punya tim mawar buat jaring investasi. Cerita lengkap ada di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2