Harga BBM 2006 Masih Sulit Turun

Harga BBM 2006 Masih Sulit Turun

- detikFinance
Kamis, 05 Jan 2006 14:33 WIB
Jakarta - Harga bahan bakar minyak (BBM) sepanjang 2006 masih akan sulit diturunkan. Pasalnya, sepanjang tahun ini harga minyak dunia masih akan tetap tinggi antara US$ 56-57 per barel.Sementara harga BBM di Indonesia saat ini, berdasarkan patokan Indonesia Crude Price (ICP) yang ditetapkan sebesar US$ 48 per barel."Sehingga kalau diikuti dengan harga minyak dunia ditambah US$ 3 saja, harganya masih US$ 51 per barel, jadi masih akan sulit untuk diturunkan," kata Chairman of Governor Board OPEC Maizar Rahman di Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (5/1/2006).Dengan demikian, ungkap Maizar, harga BBM akan turun jika harga di pasar minyak dunia sudah di bawah US$ 51 per barel."Dan ini akan sulit terjadi di tahun 2006, karena kisarannya diperkirakan masih antara US$ 56-57 per barel," ujarnya.Maizar menjelaskan, tingginya harga minyak dunia akan menekan konsumsi BBM di negara berkembang dan akan menurunkan permintaan.Namun turunnya permintaan di negara berkembang ini dinilai tidak terlalu signifikan pengaruhnya, karena bagi negara maju, tingginya harga minyak dunia tidak akan mempengaruhi permintaan.Mengenai harga minyak saat ini yang kembali di atas US$ 60 per barel, Maizar melihat, hal tersebut lebih disebabkan karena dampak penyetopan gas dari Rusia ke Eropa."Situasi seperti ini dimanfaatkan spekulan minyak untuk menaikkan harga, tapi ini hanya berlaku sementara saja, tidak sampai satu kuartal. Ketika gas sudah bisa dialihkan lagi, harga minyak akan kembali pulih," tuturnya.Kondisi minyak di sektor hilir saat ini masih mengalami suplai yang cukup ketat, sehingga akan memperkecil suplai yang ada. Namun untuk suplai pada sektor hulu, persediaan minyak masih cukup besar.Untuk saat ini, OPEC, ungkap Maizar, belum bisa memutuskan apakah akan mengurangi produksi minyak, mengingat terjadinya suplai yang cukup besar di sektor hulu minyak."Semuanya akan dibahas dalam sidang OPEC mendatang," tandasnya. (ir/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads