Ekonomi RI Minus 5,3%, Airlangga: Tak Sedalam Negara Lain

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 14 Agu 2020 18:07 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto
Foto: Screen Shot Video 20detik: Menko Perekonomian Airlangga Hartarto
Jakarta -

Sejumlah negara mengalami tekanan perekonomian gara-gara COVID-19 (Corona). Bahkan beberapa sudah masuk jurang resesi ekonomi.

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan saat ini perekonomian Indonesia pada kuartal II 2020 minus 5,32%. Namun jika dibandingkan dengan peer country maka Indonesia maih lebih baik.

Dia menyebut Malaysia sudah mengumumkan pertumbuhan ekonominya -17,1%, Filipina -16,5%, Singapura -12%, Jerman -11%, Prancis -19%. "Di antara negara lain Indonesia relatif tidak sedalam yang lain," kata dia dalam konferensi pers Nota Keuangan, Jumat (14/8/2020).

Airlangga menyebutkan saat ini tren perekonomian di berbagai indikator sudah mulai menunjukkan perbaikan ke arah positif. Apalagi saat ini stok pasar sudah mulai membaik. Memang puncaknya pandemi ini terjadi pada akhir Maret dan awal April.

Dia mengungkapkan purchasing manager index (PMI) sudah mulai meningkat, harga minyak juga sudah mulai naik, tembaga, aluminium hingga CPO sudah menggeliat.

Saat ini sektor pertambangan, keuangan, pendidikan, pertanian, properti akan menjadi pengungkit ekonomi yang besar. Airlangga menyebutkan dari sisi ekonomi domestik kendaraan bermotor sudah meningkat penjualannya, indeks keyakinan konsumen sudah naik dan kenaikan dunia usaha sudah menuju tren positif.

"Trennya membaik, seiring dengan kegiatan di global, kami juga lihat di beberapa sektor perbankan yang melakukan restrukturisasi untuk korporasi dan UMKM," jelasnya.



Simak Video "Sisa 1 Minggu Lagi Buat RI Cegah Jurang Resesi, Bisa?"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/hns)