3 Fakta Gofar Hilman Bisa Posting #IndonesiaButuhKerja

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 14 Agu 2020 20:29 WIB
Gofar Hilman
Foto: Gofar Hilman (dok.pri)
Jakarta -

Sejumlah selebritas termasuk Penyiar Radio Gofar Hilman dianggap mendukung RUU Cipta Kerja berdasarkan rilis Twitter @kamalbukankemal. List itu muncul berkaitan dengan unggahan yang disertakan tagar #IndonesiaButuhKerja.

Dalam tangkapan layar yang diunggah, terlihat unggahan Gofar di Instagram yang dalam caption-nya mencantumkan tagar #IndonesiaButuhKerja seperti berikut ini:

"Salam sekut! Keadaan pandemi ini buat segala sesuatunya serba terbatas. Tapi gue juga gak mau diem aja tanpa ngapain-ngapain, gue tetap bertahan dan salurin energi gue untuk bikin dan jalanin strategi baru untuk ngadepin tantangan ini. Balik fokus ke diri sendiri, jalanin apa yang kita bisa. Tetep aktif dan produktif sampai masa pandemi ini berlalu dan kita bisa kembali beraktivitas dan bekerja seperti biasa. Karena gue butuh kerja, lo butuh kerja dan #indonesiabutuhkerja" tulis Gofar seperti yang tampak dalam tangkapan layar.

Setelah merasa unggahannya itu menimbulkan kontroversi, Gofar langsung mencoba klarifikasi. Berikut faktanya:

1. Konten #IndonesiaButuhKerja Sebagai Bayaran

Dalam cuitannya di Twitter, Gofar menjelaskan bahwa unggahan yang disebut-sebut mendukung RUU Cipta Kerja itu adalah konten bayaran. Dirinya cuma diminta membuat video mengenai hal kreatif yang bisa dilakukan di rumah dan bagaimana cara bertahan selama masa PSBB.

"Siang semuanya, di sini gue akan menjelaskan soal pekerjaan yang sempet gue ambil dan sekarang jadi perbincangan. Awalnya, gue dapet tawaran untuk bikin video soal kreatifitas di rumah dan gimana cara kreatif bertahan di masa psbb," cuit Gofar lewat akun pribadinya, @pergijauh, dikutip Kamis (13/8/2020).

2. Tidak Tahu Kalau untuk Mendukung RUU Cipta Kerja

Gofar menyebut sejak awal tawaran tak ada pembahasan soal RUU apapun dari pihak yang menawarkan. Dia merasa baik dalam narasi maupun tulisan dalam unggahannya, tidak ada satu kalimat pun pernyataan mendukung ataupun mengecilkan pihak-pihak tertentu.

"Dari deck presentasi dan brief yang gue dapet, tidak ada disebutkan mengenai RUU apapun. Dan apa yang gue sampaikan melalui video dan tulisan, tidak ada pernyataan bahwa gue mendukung ataupun mengecilkan salah satu pihak tertentu," tulis Gofar.

3. Tidak Riset Sebelum Terima Kerjaan

Gofar meminta maaf untuk kesalahan yang terjadi karena pihaknya menerima tawaran konten tersebut. Gofar merasa dia dan timnya kurang melakukan riset dalam menerima tawaran pekerjaan.

"Kesalahan dari gue dan tim, kita tidak melakukan riset yang lebih dalam lagi sebelum dan sesudah menerima pekerjaan. Melalui tulisan ini, gue secara pribadi minta maaf, dan ke depannya gue dan tim akan lebih berhati-hati ketika menerima pekerjaan. Have a good day," jelas Gofar.

Sayangnya, dia tak menyebutkan pihak mana yang memberikan tawaran konten tersebut. Ke depan, dipastikan bahwa pihaknya akan lebih berhati-hati memilah tawaran konten bayaran.



Simak Video "Permintaan Maaf Gofar Hilman Soal Video RUU Cipta Kerja"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)