SBY: Belanja Alutsista Tunda Dulu, Tunggu Ekonomi Pulih

Soraya Novika - detikFinance
Sabtu, 15 Agu 2020 11:20 WIB
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani menambah alokasi pagu anggaran Kementerian Pertahanan (Kemenhan) di bawah komando Prabowo Subianto tahun depan. Tak tanggung-tanggung, tambahan anggarannya mencapai Rp 20 triliun dari Rp 117,9 triliun di 2020 menjadi Rp 137 triliun tahun depan.

Pemberian anggaran tersebut tak lain ditujukan untuk belanja alat utama sistem pertahanan (alutsista) serta perawatannya.

Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menilai harusnya kucuran untuk belanja alutsista itu bisa ditahan dulu sampai ekonomi RI bisa benar-benar pulih dari dampak pandemi COVID-19.

"Kalau sekarang menurut saya (belanja alutsista) harus jeda dulu, pause, tunda dulu, tidak bagus, musuhnya bukan musuh militer, musuhnya COVID-19," ujar SBY dalam wawancara ekslusif dengan CNBC Indonesia, Jumat (14/8/2020).

Sebab, saat ini, keuangan negara sedang tidak stamina apalagi ditambah dengan utang yang terus meningkat setiap tahunnya.

"Semua uang harus diarahkan ke sana, padahal uang kita tidak melimpah ruah, ada batasnya fiskal kita, apalagi ditambah utang, pasti tidak bagus," tambahnya.

Begitu juga dengan anggaran ke sektor-sektor lainnya, juga perlu untuk direm dulu sampai ekonomi RI benar-benar pulih. Setelah itu, silahkan melanjutkan belanja-belanja lainnya, sebab itu juga penting untuk mendorong Indonesia jadi lebih maju.

"Kalau dalam keadaan seperti ini uang yang pas-pasan ini ditambah utang, harus diarahkan untuk membeli alutsista baru, memenuhi kebutuhan bukan hanya pertahanan ya sektor manapun, ngalah dulu lah, nanti kalau sudah pulih kembali, ekonomi pulih kembali silahkan dilanjutkan, baik pertahanan, pendidikan, infrastruktur apapun bisa dilanjutkan kembali, karena itu juga penting," pungkasnya.



Simak Video "SBY: Demokrat Setuju UU Peningkatan Investasi-Ekonomi, Asal..."
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)