Terancam Bangkrut, Ratusan Toko Ritel di AS Ini Mau Ditutup

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 17 Agu 2020 13:00 WIB
Sepanjang 2019 diprediksi akan ada 12.000 gerai ritel yang tutup di Amerika Serikat (AS) seperti dikutip dari CNBC. Berikut 10 merek di antaranya.
Ilustrasi/Foto: Istimewa
Jakarta -

Department store pria dan wanita, Stein Mart mengajukan pailit setelah 112 tahun menjalankan bisnis. Mereka mengumumkan akan menutup kurang lebih 280 toko.

Berkantor pusat di Jacksonville, Florida, Stein Mart memiliki lebih dari 280 toko di 30 negara bagian yang mengkhususkan diri pada pakaian, sepatu, dan peralatan rumah tangga dengan harga diskon. Per 30 Mei, perusahaan mempekerjakan sekitar 8.400 orang.

"Efek gabungan dari lingkungan ritel yang menantang ditambah dampak pandemi Corona (COVID-19) telah menyebabkan kesulitan keuangan yang signifikan pada bisnis kami. Perusahaan kekurangan likuiditas yang cukup untuk terus beroperasi dalam kegiatan bisnis," kata Chief Executive Officer, Hunt Hawkins dikutip AP News, Senin (17/8/2020).

Hawkins mengatakan Stein Mart akan terus beroperasi secara normal dalam waktu dekat dan sedang mengevaluasi potensi penjualan bisnis e-commerce. Sedangkan Juru Bicara, Linda Tasseff mengatakan telah mengantisipasi semua toko akan tutup pada kuartal IV-2020 dengan tanggal penutupan bervariasi.

"Ketahuilah bahwa ini adalah keputusan yang sangat sulit dan sangat mengecewakan bagi kami semua di Stein Mart. Kami senang melayani komunitas kami selama bertahun-tahun dan sangat berterima kasih kepada pelanggan setia kami yang memilih untuk berbelanja di toko kami," ucapnya.

Stein Mart menutup bisnisnya pada pertengahan Maret karena pandemi. Lalu semua tokonya mulai dibuka kembali pada April dengan jam operasional yang berkurang.

Perusahaan sempat meminjam US$ 10 juta atau setara Rp 147 miliar (kurs Rp 14.700/US$) pada bulan Juni di bawah Program Perlindungan Gaji federal. Namun tetap saja, ancaman kebangkrutan tidak bisa dihindari.

Lebih dari 40 pengecer telah mengajukan kebangkrutan tahun ini, termasuk lebih dari 24 pengecer yang mengajukan sejak pandemi dimulai. Angka ini naik dari tahun lalu yang mana 23 pengecer mengajukan kebangkrutan.

Pengecer yang mengajukan kebangkrutan di antaranya Lord & Taylor; J.Crew; J.C. Penney; Neiman Marcus; Wearhouse Pria; Jos. A. Bank; Toko Panggung; dan Ascena Retail Group, yang memiliki Lane Bryant dan Ann Taylor.



Simak Video "Lord & Taylor Bangkrut Dihantam Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)