5 Bekal yang Harus Disiapkan Buat Hadapi Resesi, Wajib Tahu!

Soraya Novika - detikFinance
Rabu, 19 Agu 2020 14:13 WIB
Foto udara suasana kawasan Bundaran Senayan di Jakarta, Minggu (24/5/2020). Sejumlah jalan protokol Ibu kota terpantau lancar saat Hari Raya Idul Fitri. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.
Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Jakarta -

Satu per satu negara tetangga resmi mengumumkan masuk jurang resesi seperti Singapura, Filipina, Malaysia hingga Thailand. Bukan tidak mungkin, Indonesia bisa saja mengalami nasib serupa pada pengumuman capaian kuartal III-2020 mendatang.

Hal itu dikhawatirkan dapat memicu efek domino terhadap perekonomian Indonesia, mulai dari pelemahan rupiah, utang luar negeri yang makin membengkak hingga efeknya ke masyarakat penurunan daya beli akibat PHK.

Lalu, apa yang harus dilakukan oleh masyarakat agar bisa bertahan di tengah resesi?

1. Siapkan Dana Darurat

Agar bisa bertahan saat resesi masyarakat harus bisa membuat pertahanan finansialnya masing-masing. Menurut, Perencana Keuangan sekaligus pendiri dari Mitra Rencana Edukasi, Mike Rini Sutikno yang dimaksud ketahanan finansial adalah kemampuan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari meski tanpa adanya pemasukan atau penghasilan sama sekali.

"Ketahanan finansial itu maksudnya kita mampu untuk bisa bertahan, kita mampu menyediakan kebutuhan dasar kita selama masa resesi tersebut, jadi ketahanan supaya kita merasa aman, aman itu artinya bisa survive melakukan aktivitas sehari seperti makan, minum, listrik, telepon artinya kebutuhan dasar itu kita memiliki cukup dana jika terjadi apa-apa, kita tetap bisa mengaksesnya," ujar Mike kepada detikcom, Rabu (19/8/2020).

Ketahanan finansial yang baik dibarengi dengan cadangan dana yang mumpuni pula. Setidaknya, kata Mike, masyarakat harus punya cadangan dana yang mampu menyokong kehidupan minimal 3-6 bulan ke depan.

"Seharusnya, kalau sudah dengar kabar resesi dari sebulan atau dua bulan lalu atau bahkan awal tahun pandemi masuk ke Indonesia, sebenarnya kita harus sudah cek terlebih dahulu kita punya persediaan dana tunai atau setara dengan tunai, itu cukup atau tidak untuk bisa membuat nafas kita cukup panjang gitu sampai pandemi ini bisa terkendali. Pada umumnya, sekitar 3-6 bulan harus punya ya," sambungnya.

Bila sudah memiliki dana darurat, ada baiknya ditambah lagi jumlahnya untuk pertahanan jangka panjang. Sebab, untuk kembali normal seperti sebelum COVID-19, mungkin akan memakan waktu yang tidak sebentar, bisa saja dampaknya terus terasa 1-2 tahun ke depan.

"Kalau sudah punya dana darurat ditambah, saran saya kombinasinya begini, kalau Anda punya dana darurat sama dengan 1 kali pengeluaran 1 bulan Anda, maka ditambah dari alokasi gaji atau pendapatan Anda sekarang, bertahap, tambah jadi 2 atau 3 bulan, dan seterusnya," tambahnya.

Lanjut ke halaman berikutnya

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Kebiasaan Menabung Memperlambat Pemulihan Ekonomi"
[Gambas:Video 20detik]