Topang Ekonomi Rakyat, Kementan Siap Pacu Ekspor Produk Pangan Lokal

Alfi Kholisdinuka - detikFinance
Rabu, 19 Agu 2020 17:37 WIB
Kementan
Foto: Kementan
Jakarta -

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menegaskan sektor pertanian merupakan solusi pasti dalam meningkatkan ekonomi rakyat. Sektor pertanian merupakan penopang utama dalam memulihkan ekonomi nasional pasca pandemi COVID-19.

Oleh karena itu, kata dia, gerakan diversifikasi pangan adalah pilihan pasti dalam membangun kekuatan ketahanan dan kedaulatan pangan.

"Saya ingin semua UMKM yang bisa dilakukan ekspornya dibuatkan one day with Coffee and food and cake from Indonesia di semua benua yang ada di dunia," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (19/8/2020).

Dia mengatakan saat ini pihaknya sudah menjalin kerja sama dengan kementerian dan lembaga lain untuk penguatan ekspor.

"Saya sudah bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri supaya produk UMKM yang non beras yang layak akan kita dorong ekspor," imbuhnya saat menghadiri ekspose pangan lokal UMKM di halaman Gedung PIA Kementan.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang turut hadir melalui video virtual mengaku akan terus mendukung gerakan diversifikasi pangan secara menyeluruh. Dukungan itu salah satunya dengan menggerakan petani di Jawa Timur untuk menanam pangan lokal yang memiliki nilai jual.

Menurut Khofifah, Indonesia sudah saatnya mengubah pandangan masyarakat terhadap pangan lokal yang dinilai tidak menguntungkan.

"Sekitar 97% masyarakat Jawa timur makanan pokoknya masih nasi, kalo makan selain nasi masyarakat dinilai belum sejahtera. Perspektif seperti ini yang harus diubah seolah-olah kalo belum makan nasi standar kesejahteraan kita belum tercapai," katanya.

Oleh karena itu, Khofifah berharap Kementerian Pertanian (Kementan) meningkatkan kerja samanya dengan Kementerian Sosial untuk melakukan sosialisasi terhadap pangan lokal.

"Kami ingin ada kerja sama dengan Kementerian sosial untuk melakukan sosialisasi ke masyarakat sehingga nanti diversifikasi pangan ini cakupan bisa lebih luas lagi," pungkasnya.



Simak Video "Kemenkes Sebut Ganja Masih Golongan Narkotika 1"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/hns)