Harapan Pariwisata: Masyarakat Pergi Liburan di Long Weekend

Soraya Novika - detikFinance
Kamis, 20 Agu 2020 14:20 WIB
gaya liburan selebriti
Foto: Instagram
Jakarta -

Pergerakan wisatawan domestik atau turis lokal terus digenjot demi memulihkan industri pariwisata RI setelah terpuruk akibat COVID-19. Pemerintah pusat memberi lampu hijau kepada pemerintah daerah untuk membuka kembali destinasi wisatanya. Dengan catatan, wilayah itu termasuk zona hijau, kuning oranye COVID-19 dan tetap patuh pada protokol kesehatan.

Menurut Wakil Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Sudrajat, sejauh ini, dorongan terhadap pergerakan wisatawan domestik tersebut belum banyak membawa pengaruh kepada pemulihan industri pariwisata. Akan tetapi, dorongan dari pemerintah tetap harus terus digerakkan, demi memastikan pergerakan orang antar wilayah tadi terus meningkat.

"Ya tentu belum, tetapi mari kita galakkan lagi melalui siaran-siaran televisi, melalui dorongan pemerintah, apalagi ini banyak libur long weekend, itu kan peluang untuk mendistribusikan masyarakat kota ke daerah-daerah," ujar Sudrajat kepada detikcom, Rabu (19/8/2020).

Hal serupa juga disampaikan oleh Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran, terutama terkait okupansi hotel. Peningkatan jumlah pengunjung hotel sejauh ini masih terbilang kecil sekali dibanding rata-rata okupansi sebelum COVID-19.

"Kalau pengunjung terutama okupansi hotel itu peningkatannya ada tapi kecil sekali, rata-rata itu masih 20% paling tinggi secara nasional ya," kata Maulana kepada detikcom.

Alasannya, karena masih ada kekhawatiran yang cukup besar di tengah masyarakat terhadap penyebaran COVID-19.

"Demand-nya itu masih rendah untuk orang berpergiannya, pertama adalah karena COVID-19 ini masih ada, masih ada rasa kekhawatiran untuk bepergian, kemudian yang kedua soal transportasi udara, masih ada regulasi yang juga membuat untuk melakukan perjalanan itu ada tambahan biaya untuk rapid test dan lainnya, itu yang dihindari, otomatis transportasi darat jadi favorit, berarti pergerakannya pun tidak jauh," paparnya.

Sehingga, daerah yang bisa bernafas lebih lega berkat dibukanya destinasi wisata itu adalah daerah-daerah yang dekat dengan para wisatawan lokal yang aktif bepergian. "Pergerakan itu ada tapi di destinasi-destinasi yang jaraknya tidak jauh dari si traveller itu sendiri, seperti di puncak atau Bogor," tangkasnya.



Simak Video "Ancol Sepi Pengunjung di Libur Panjang Akhir Pekan Ini"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)