Perkuat Modal, AP II Terbitkan Obligasi Rp 2,25 T

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Kamis, 20 Agu 2020 21:30 WIB
PT Federal International Finance (FIF) meluncurkan obligasi di Bursa Efek Indonesia, Rabu (26/9/2018). Surat utang senilai Rp1,3 triliun ini Obligasi Berkelanjutan III FIF.
Foto: fif
Jakarta -

PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II mencatatkan Obligasi Berkelanjutan I Angkasa Pura II Tahap II Tahun 2020 senilai Rp 2,25 triliun di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Obligasi tersebut terbagi di dalam 4 seri yaitu Seri A sebesar Rp 32 miliar dengan bunga 7,80% per tahun dan jatuh tempo 13 Agustus 2023, kemudian Seri B sebesar Rp 159 miliar dengan bunga 8,50% per tahun dan jatuh tempo 13 Agustus 2025.

Lalu, Seri C sebesar Rp 1,602 triliun dengan bunga 9,10% per tahun dan jatuh tempo 13 Agustus 2027, dan Seri D sebesar Rp 457 miliar dengan bunga 9,25% per tahun dan jatuh tempo 13 Agustus 2030. President Director AP II Muhammad Awaluddin mengatakan kepercayaan investor di pasar modal cukup tinggi terhadap perseroan.

"PT Angkasa Pura II resmi mencatatkan obligasi berkelanjutan senilai total Rp 2,25 triliun di BEI. Hal ini merupakan sesuatu yang sangat baik karena menandakan kepercayaan investor masih tinggi terhadap PT Angkasa Pura II di tengah adanya tekanan di industri karena pandemi global COVID-19," kata Awaluddin dalam keterangannya, Kamis (20/8/2020).

Pencatatan obligasi ini merupakan salah satu upaya perseroan dalam melakukan cash management secara ketat di tengah pandemi. AP II juga berupaya menyeimbangkan antara cash in dan cash out demi menjaga operasional 19 bandara yang dikelola AP II.

Direktur Keuangan AP II Dodit Wiweko Probojakti mengatakan hasil dari penerbitan obligasi tersebut akan digunakan oleh perseroan antara lain untuk menjaga operational expenditure/opex maupun memperkuat belanja modal (capital expenditure/capex).

"Tahun ini pun kami melakukan penyesuaian terhadap belanja modal (capex disbursement), di mana belanja modal hanya dialokasikan untuk proyek multiyears dan yang benar-benar signifikan misalnya perencanaan desain Terminal 4 di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Tahun ini bukan merupakan tahun ekspansi bagi kami, melainkan bagaimana harus menjaga stabilitas perusahaan," jelas Dodit.

Lebih lanjut, Dodit mengatakan hasil dari penerbitan obligasi ini membuat perseroan dapat tetap melakukan berbagai persiapan dalam menghadapi tantangan akibat COVID-19, sekaligus nantinya dapat mengakomodir permintaan ketika lalu lintas penerbangan semakin pulih.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Bandara Soetta Sempat Dibanjiri Penumpang, Ini Solusinya"
[Gambas:Video 20detik]