4 Curhat Sri Mulyani di Tengah Pandemi

Tim detikcom - detikFinance
Kamis, 20 Agu 2020 17:00 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan isi hatinya alias curhat, mulai dari situasi kabinet hingga pekerjaan besar menangani imbas COVID-19. Apa saja isi curhat menteri dua periode di kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini? Berikut selengkapnya:

1. Soal Menteri Baru dalam Kabinet

Sri Mulyani menilai sejumlah menteri baru di dalam kabinet belum tahu seluk beluk birokrasi, membuat kebijakan, hingga urusan anggaran.

"Beberapa menteri benar-benar baru menjabat. Saya selalu berpikir seandainya semua menteri seperti saya, berharap mereka sudah tahu tentang birokrasi, kebijakan, dokumen anggaran. Tapi tidak, beberapa dari mereka benar-benar baru, mereka belum pernah bekerja di pemerintahan sebelumnya," kata Sri Mulyani dalam diskusi yang tayang di saluran YouTube The Jakarta Post, Rabu (19/8/2020).

2. Tak mudah guyur dana ke masyarakat

Selain itu, Sri Mulyani juga menjelaskan proses penganggaran untuk program pemulihan ekonomi di tengah pandemi COVID-19 harus betul-betul cermat. Setiap dana yang disalurkan mesti cermat dikalkulasi sehingga tidak menjadi masalah saat nanti diaudit lembaga yang berwenang.

"Presiden meminta dana tersebut harus disiram kepada masyarakat. Tapi, menyiram dana ke masyarakat ini tidak semudah menyiram air ke toilet. Ketika menyalurkan dana, pemerintah akan diaudit mengenai siapa target penerimanya, alamatnya, jadi ini bicara tentang data," sebutnya.

3. Mendesain ulang kebijakan

Sri Mulyani membeberkan upaya pemerintah mendesain ulang kebijakan terkait penanganan imbas pandemi COVID-19. Khususnya soal data-data masyarakat yang harus mendapatkan bantuan.

"Jadi Anda berbicara tentang data, dan Anda memiliki data terbaru, Anda berbicara tentang sistem yang akan dicairkan, apakah itu akan melalui perbankan, kantor pos, atau apa lagi. Dalam 3 bulan terakhir, banyak desain kebijakan yang kami diskusikan, lalu datanya berubah, membentuk kembali dan mendesain ulang, kita harus modifikasi lagi," sambungnya.

4. Bekerja 24 jam

Dalam 3 bulan terakhir pemerintah telah melakukan perubahan atau mendesain ulang kebijakan demi menyempurnakan upaya penanggulangan pandemi COVID-19. Bahkan, menurut Sri Mulyani, kerja di tengah pandemi ini harus ekstra 24 jam.

"Presiden menanyakan ini saatnya semua menteri melihat ke detail, bekerja secara mikro detail. Sisi baiknya, kami benar-benar bekerja 24 jam, kembali ke belakang setiap jam. Pada dasarnya kami mengejar seperti orang gila saat ini, lihat sangat detail," tambah Sri Mulyani.



Simak Video "Tips Bisnis dan Investasi Ala Sri Mulyani"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/fdl)