Trump Disebut Mau Jual Puerto Rico Gara-gara Kotor dan Miskin

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Sabtu, 22 Agu 2020 11:40 WIB
US President Donald Trump speaks to the press in the Brady Briefing Room of the White House in Washington, DC, on August 10, 2020. - Secret Service guards shot a person, who was apparently armed, outside the White House on Monday, President Donald Trump said just after being briefly evacuated in the middle of a press conference. The president was abruptly ushered out of the press event and black-clad secret service agents with automatic rifles rushed across the lawn north of the White House. Minutes later, Trump reappeared at the press conference, where journalists had been locked in, and announced that someone had been shot outside the White House grounds. Trump said he knew nothing about the identity or motives of the person shot, but when asked if the person had been armed, answered: From what I understand, the answer is yes. (Photo by Brendan Smialowski / AFP)
Foto: US President Donald Trump (AFP/BRENDAN SMIALOWSKI)
Jakarta -

Miles Taylor, mantan kepala staf Departemen Keamanan Dalam Negeri mengatakan kepada MSNBC bahwa Presiden Donald Trump bertanya kepadanya dan pejabat lainnya apakah Amerika Serikat dapat menukar Greenland dengan Puerto Rico karena, dalam kata-kata Trump, 'Puerto Rico kotor dan orang-orangnya miskin'.

"Saya tidak menganggap pernyataan itu sebagai lelucon. Presiden manyampaikan ia benci dengan orang Puerto Rico yang berada di belakang layar," kata Miles dikutip dari NBCNews.com, Sabtu (22/8/2020)

Namun, perwakilan khusus Gedung Putih untuk pemulihan bencana di Puerto Rico menyebutkan tidak pernah ada rencana penjualan tersebut. Disebutkan Trump mendukung bantuan dan pemulihan untuk Puerto Rico.

Puerto Rico saat ini memang sedang mengalami krisis karena sempat dilanda Badai maria. Salah satu bencana alam yang paling mematikan di AS dalam 10 tahun terakhir.

Badai ini mengakibatkan 2.975 orang meninggal dan Puerto Rico berada di ambang kebangkrutan terbesar dalam sejarah AS.

Presiden Trump belum secara terbuka menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya ribuan orang di Puerto Rico pada 2017 lalu.

Tahun lalu ratusan ribu warga Puerto Rico melakukan unjuk rasa besar-besaran untuk menggulingkan Gubernur Ricardo Rossello atas skandal politik yang melibatkan dia dan anggota kabinetnya.

Pada 28 Desember tahun lalu Puerto Rico dilanda gempa bumi yang menghancurkan ratusan rumah, sekolah sampai usaha kecil di sana. Sejak itu 9.800 gempa terjadi di pula tersebut.

Puerto Rico juga mencatat kematian tertinggi akibat Corona. Dari 3,2 juta penduduk ada 12.500 kasus positif dan 15.000 suspect dan 356 orang yang meninggal.



Simak Video "Donald Trump Seret Facebook hingga Google ke Pengadilan AS"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/hns)