Sri Mulyani Mau Bebaskan Pajak Bahan Baku Kertas Koran

Hendra Kusuma - detikFinance
Sabtu, 22 Agu 2020 12:54 WIB
Menkeu Sri Mulyani Indrawati melantik Kepala BKF dan Dirut LMAN
Menkeu Sri Mulyani Indrawati/Foto: Dok. Kementerian Keuangan
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah akan menanggung pajak pertambahan nilai (PPN) atas bahan baku kertas media cetak alias koran. Kebijakan insentif pajak ini sebagai salah upaya bantuan pemerintah terhadap industri di tengah pandemi Corona.

Menurut Sri Mulyani, pandemi Corona memberikan dampak kepada seluruh industri.

"Saya sampaikan untuk teman-teman media, untuk PPN bahan baku kertas kita sudah menetapkan ditanggung pemerintah," kata Sri Mulyani saat menjadi pembicara kunci di acara Kongres 2 AMSI secara virtual, Sabtu (22/8/2020).

Sri Mulyani mengatakan, pemberian stimulus untuk industri media tanah air pun merupakan tindak lanjut pertemuannya dengan Dewan Pers. Menurut dia, penerapan kebijakan ini berlaku mulai Agustus 2020 atau bulan ini.

"Jadi mulai Agustus ini PPN-nya ditanggung oleh pemerintah. PMK (peraturan menteri keuangan) sudah akan keluar," tambahnya.

Selain itu, Sri Mulyani mengatakan akan memberikan stimulus fiskal lainnya kepada industri media. Antara lain penundaan pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek, diskon listrik industri, hingga diskon pembayaran pajak penghasilan (PPh) Pasal 25 sebesar 50%.

"Jadi ini semuanya kita lakukan di dalam rangka kita juga merespon kebutuhan-kebutuhan termasuk masing-masing industri secara spesifik pasti memiliki kondisi tertentu," ujar mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini.

Tidak hanya itu, dalam kesempatan yang sama juga Sri Mulyani mengungkapkan dirinya masih gemar membaca koran setiap pagi hari. Kegiatan itu sudah menjadi rutinitas sebelum mengawali kerja.

"Pagi masih menerima koran dan sangat senang karena dari dulu saya, kesenangan saya pagi adalah minum teh sambil baca koran itu mungkin untuk generasi milenial anak saya nggak pernah pegang koran khawatir betul itu namun baca itu adalah sesuatu yang masih saya butuhkan," tutur Sri Mulyani.



Simak Video "Sri Mulyani Beberkan Aturan Perpajakan dalam UU Ciptaker"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/hns)