Petrokimia Terapkan AKHLAK, Rahmad Pribadi: Transformasi Bisnis

Nurcholis Maarif - detikFinance
Sabtu, 22 Agu 2020 14:28 WIB
Petrokimia Gresik
Foto: Dok. Petrokimia Gresik
Jakarta -

Petrokimia Gresik meresmikan AKHLAK sebagai core value atau tata nilai perusahaan baru yang merupakan gagasan Menteri BUMN Erick Thohir. Direktur Utama Petrokimia Gresik Rahmad Pribadi menyebutkan AKHLAK merupakan akronim dari kata Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Tata nilai ini akan diimplementasikan dan menjadi budaya kerja dan pedoman dalam menjalankan bisnis bagi Petrokimia Gresik.

"Budaya baru ini sangat sejalan dengan sasaran dari program Transformasi Bisnis Petrokimia Gresik, yaitu menjadi perusahaan solusi agroindustri untuk pertanian yang berkelanjutan," ujar Rahmad dalam keterangan tertulis, Sabtu (22/8/2020).

Pada acara Webinar Kick-Off AKHLAK Implementation, Rahmad bilang Petrokimia Gresik berkomitmen menerapkan dan menyinkronkan tata nilai AKHLAK ke dalam internal perusahaan.

Sebab ia berpandangan salah satu tantangan terbesar perusahaan BUMN saat ini, termasuk Petrokimia Gresik, adalah bagaimana menjadi perusahaan bertaraf internasional dan berdaya saing tinggi di pasar global, apalagi pada era disruptif seperti saat ini. Ia menyebutkan saat ini yang dibutuhkan oleh perusahaan BUMN adalah suatu budaya kerja yang bisa menyinkronkan antara kepentingan bisnis dengan etika dan moralitas. Berbicara tantangan bisnis kata Rahmad, pada tahun 2019 Petrokimia Gresik telah menetapkan Program Transformasi Bisnis Petrokimia Gresik (TBPG) yang di dalamnya terdapat tiga sasaran utama (shifting paradigm).

Pertama, perubahan dari Inefisiensi menjadi Efisiensi. Kedua, perubahan mindset dari Product Driven menjadi Market Driven, dan ketiga, perubahan orientasi dari Subsidi menjadi Komersial.

Guna mensukseskan program transformasi tersebut, Rahmad menyadari kunci suksesnya adalah human resources atau sumber daya manusia (SDM). Sebab SDM adalah pelaku perubahan yang berada di dalam perusahaan, yang meliputi cara berpikir, cara berbicara, dan cara bekerja.

Rahmad juga menyebutkan budaya transformatif merupakan pondasi utama dalam Total Transformation Model yang meliputi Business, Leadership, dan Culture Transformation. Ketiga hal ini merupakan poin penting atas keberhasilan program transformasi bisnis.

"Tata nilai AKHLAK sebagai sebuah Culture Transformation akan mendukung Business dan Leadership Transformation. Tanpa perubahan Culture, maka akan sulit untuk melakukan transformasi di bidang Business dan Leadership," ujar Rahmad.

Sebagai informasi, AKHLAK sebagai core value yang digagas oleh Menteri BUMN Erick Thohir telah ditetapkan sebagai pedoman budaya kerja seluruh perusahaan BUMN di bawah Kementerian BUMN sesuai Surat Edaran Menteri BUMN Nomor : SE-7/MBU/07/2020 tanggal 1 Juli 2020.

"Dengan bekerja dan memegang teguh tata nilai AKHLAK, mari kita wujudkan Petrokimia Gresik ber-AKHLAK dalam mencapai tujuan mendukung ketahanan pangan nasional melalui pertanian berkelanjutan sebagai pemimpin solusi agroindustri," tutup Rahmad.

Sementara itu, acara Kick-Off AKHLAK Implementation yang bertujuan untuk pemantapan sekaligus penyelarasan nilai-nilai AKHLAK ke dalam standar perilaku insan Petrokimia Gresik menghadirkan beberapa pembicara. Antara lain Deputi Bidang SDM, Teknologi, dan Informasi Kementerian BUMN, Alex Denni; Presiden Direktur ACT Consulting (ESQ Group), Ary Ginanjar Agustian; dan Luki Alamsyah Agustriana, Direktur Utama PT Arga Bangun Bangsa selaku holding dari ACT Consulting.

Alex Denni dalam presentasinya mengapresiasi kesiapsiagaan Petrokimia Gresik yang adaptif dengan adanya tata nilai baru dari Kementerian BUMN, apalagi Petrokimia Gresik sudah menyiapkan blue print untuk implementasi AKHLAK hingga tahun 2021.

"Saya sangat senang dengan komitmen top management Petrokimia Gresik," tandasnya.

Denni menjelaskan AKHLAK sebenarnya adalah satu kesatuan dari core value yang selama ini sudah ada di banyak BUMN selama ini. AKHLAK juga merupakan tata nilai yang dibangun sebagai salah satu strategi transformasi human capital Kementerian BUMN guna meningkatkan daya saing BUMN menjadi pemain global, serta menjadikan BUMN sebagai pabrik talenta.

"Saya pun berharap agar tata nilai ini tidak berhenti pada kick off ini saja, tapi betul-betul menjadi panduan berperilaku, sedangkan leader menjadi role model untuk bisa diikuti tim lainnya," ujarnya.

(prf/ega)