Doa Wamen BUMN buat Ekonomi Bali

Soraya Novika - detikFinance
Sabtu, 22 Agu 2020 17:01 WIB
Dirut Inalum Budi Gunadi Sadikin
Wakil Menteri BUMN, Budi Gunadi Sadikin/ Foto:Rachman Haryanto/detik.com
Jakarta -

Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin menyoroti kondisi ekonomi Bali lewat sebuah unggahan foto terbarunya di Instagram pribadinya. Pada unggahan tersebut, Budi menyematkan 3 foto sekaligus berlatar dasar hitam putih dengan keterangan lokasi Titik Temu Coffee, Seminyak, Kuta, Bali.

Pada unggahan tersebut, ia menuliskan 3 paragraf singkat soal ekonomi Bali dan ditutup dengan doa untuk pemulihan Pulau Dewata ini. Pada paragraf pertama, ia menceritakan bahwa sebelumnya, ekonomi Bali dulu masih bergantung pada sektor pertanian. Namun, sekarang sektor pariwisata lah yang jadi penopang utamanya.

"Bertahun-tahun yang lalu, perekonomian Bali ditopang oleh (sektor) pertanian. Sekarang perekonomain Bali ditopang oleh pariwisata," tulis Budi lewat akun pribadinya @budigsadikin dikutip detikcom, Sabtu (22/8/2020).

Lalu, paragraf selanjutnya ia menyampaikan bagaimana besarnya dampak pandemi COVID-19 terhadap sektor pariwisata Bali. Saking besarnya, sampai tak ada yang bisa menyaingi keterpurukan Bali sekarang dengan peristiwa besar lainnya.

"Peristiwa besar di masa lalu memilik dampak negatif yang signifikan bagi Bali. Letusan Gunung Agung, bom Bali, tapi tidak ada yang sebesar pandemi COVID-19 ini," sambungnya.

Terakhir, Budi mendoakan agar masyarakat Bali bisa lebih kuat menghadapi ujian ini dan diberikan kekuatan untuk melaluinya.

"Doaku untuk semua masyarakat Bali: #memakaimasker #mencucitangan #menjagajarak Tetap kuat dan semoga kekuatan selalu bersamamu," pungkasnya.

Untuk diketahui, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Bali, pada semester I-2020 lalu, ekonomi Bali pada semester I-2020 lalu terjun bebas sampai minus 6,13% dibanding periode yang sama tahun lalu. Penyebabnya, karena pada triwulan II-2020 atau periode April-Juni 2020, ekonomi Bali anjlok hingga 10,98% jika dibanding periode yang sama tahun lalu. Pemicunya tidak lain adalah karena adanya pandemi COVID-19 yang mempengaruhi perekonomian daerah tersebut secara keseluruhan. Terutama pada sektor penyumbang ekonomi terbesar di Bali yaitu sektor akomodasi, makanan dan minuman yang tercatat tumbuh negatif.



Simak Video "KPC PEN: Program Pemulihan Ekonomi Nasional Sudah Cair Puluhan Miliar"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)