Sudah Punya Kalung 'Anticorona', Kok Kementan Bisa Lockdown?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 24 Agu 2020 15:17 WIB
Kementerian Pertanian
Kementan/Foto: Muhammad Idris
Jakarta -

Kantor Kementerian Pertanian (Kementan) terpaksa di-lockdown. Hal ini dilakukan menyusul sejumlah pegawai di Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, serta Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) terkonfirmasi positif virus Corona (COVID-19) setelah melalui tes PCR.

Bagian kantor yang ditutup adalah gedung C kantor Kementan yang berlokasi di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan. Kementan sebelumnya pernah mengeluarkan hasil penelitian kalung eucalyptus yang diklaim sebagai penangkal Corona.

Menurut pengamat kebijakan publik Trubus Rahadiansyah, kejadian pegawai terpapar virus Corona ini bagai membuktikan bahwa kalung eucalyptus yang disebut penangkal Corona tidak manjur.

Bahkan untuk internal Kementan sendiri. Trubus juga menyebut kalung ini cuma alat pencitraan dan cenderung mengelabui publik.

"Menurut saya sih, ini jadi seperti dugaan masyarakat selama ini, bahwa fungsi kalung corona itu nggak banyak, hanya alat pencitraan aja itu. Dengan adanya Kementan yang kena Corona dan lockdown ini seakan akan membenarkan bahwa kalau kalung itu nggak bermanfaat banyak," kata Trubus kepada detikcom, Senin (24/8/2020).

"Secara medis dan ilmiah nggak ada, dan nggak terbukti bisa menahan penularan COVID-19. Kebijakan kemarin itu malah jadi mengelabui publik," lanjutnya.

Sementara itu, pengamat kebijakan publik, Agus Pambagio menilai memang wajar saja pegawai Kementan terkena virus Corona meskipun sudah menggunakan kalung eucalyptus.

Pasalnya, kalung tersebut memang bukan obat, Agus menilai itu hanya sebatas suplemen. Mau diklaim sebagai obat yang manjur oleh Kementan pun tidak akan bisa.

"Gini eucalyptus yang kemarin kan bukan obat tuh, dari BPOM juga nggak ada. Instansi yang berhak izin edar obat kan BPOM, itu kan cuma suplemen aja bukan obat. Kalau Kementan bilang temukan obat anti virus ya salah," kata Agus kepada detikcom.

"Kalau sekarang ada yang kena wajar, mau di-lockdown ya bagus itu Kementan daripada menyebar," katanya.

Sejumlah pekerja mengemas serbuk hasil pengolahan laboratorium nano teknologi di Balitbangtan, Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian, Cimanggu, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (7/7/2020). Kementerian Pertanian meluncurkan inovasi produk berbasis tanaman eucalyptus yang digunakan sebagai aksesoris kesehatan yang disebut kalung aromaterapi eucalyptus sebagai antivirus dan mampu menambah daya tahan tubuh. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/hp.ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/hp. Foto: ARIF FIRMANSYAH/ARIF FIRMANSYAH

Sebelumnya, kabar soal pegawai Kementan terpapar COVID-19 sendiri sudah konfirmasi langsung oleh Plt Sekretaris Ditjen PKH Makmun.

"Kami ada beberapa orang yang positif baik di Ditjen PKH maupun Ditjen BUN (Perkebunan)," ungkap Makmun ketika dihubungi detikcom, Senin (24/8/2020).

Netizen Sindir Kementan

Banyak netizen di Twitter menyindir Kementan. Dilihat detikcom, Senin (24/8/2020), cuitan dari akun @rizkidwika paling mengundang banyak perhatian. Dia mengunggah dua foto tangkapan layar.

"Berita 52 hari. From this, to this," tulis akun tersebut.

Dalam cuitannya, foto tangkapan layar yang pertama mengenai berita berjudul 'Kalung 'Antivirus' Corona Buatan RI Diproduksi Masal Bulan Depan' yang tayang pada Jumat 3 Juli 2020.

Kemudian foto yang kedua adalah tangkapan layar berita berjudul 'Beberapa Pegawai Positif Corona, Kantor Kementan Lockdown!' yang tayang hari ini.

Hingga berita ini ditulis, cuitan itu sudah mendapatkan 796 retweet and comment dan 892 likes di Twitter.

Akun Twitter @kakjek pun ikut menimpali cuitan tersebut, "Jimatnya gak mempan di kementan," cuitnya.

Sementara itu, @zyiriusva juga ikut berkomentar, "Mungkin mereka lupa pake kalungnya," tulisnya.

Ada juga akun @indria_vitri mengatakan, "Harusnya kalungnya dipake," komentarnya.



Simak Video "Cegah Krisis Pangan Kementan Siapkan 30 ribu Hektar Lahan di Kalteng"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)