Usai Dipamerkan Jokowi, 'Brompton' Made in Bandung Genjot Produksi

Yudha Maulana - detikFinance
Senin, 24 Agu 2020 17:10 WIB
Karyawan mengukur rangka (frameset) sepeda lipat Kreuz di Bandung, Jawa Barat, Senin (29/6/2020). Sepeda lipat Kreuz dengan model yang terinspirasi merk sepeda Brompton ini merupakan karya dari sejumlah pemuda Bandung. Workshop UMKM sepeda lipat Kreuz tersebut mampu memproduksi frameset sebanyak 10-15 buah per bulannya dengan harga jual Rp3,5 juta dan antrean pemesanannya hingga Mei 2022. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/pras.
Sepeda Kreuz/Foto: ANTARA FOTO/M Agung Rajasa
Bandung -

Produsen sepeda asal Kota Bandung, Kreuz Bike, akan menambah kapasitas produksinya hingga 100 unit sepeda per bulan. Founder Kreuz Bike Yudi Yudiantara mengatakan, finalisasi uji coba fasilitas peningkatan produksi itu ditargetkan rampung akhir Agustus ini.

"Kalau tidak ada kendala, September bisa jalan mudah-mudahan minimal 100 (unit sepeda) sebulan, kalau bisa lebih ya alhamdulillah," ujar Yudi di bengkel Kreuz Bike, Cikondang, Sadangserang, Kota Bandung, Senin (24/8/2020).

Sebenarnya Kreuz Bike, yang dikenal juga dengan 'Brompton made in Bandung' ini baru bisa memproduksi rata-rata 15 unit sepeda per bulan di bengkel Cikondang. Yudi optimistis dengan fasilitas produksi anyar di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung barat yang tengah disiapkan, pihaknya bisa memproduksi hingga 100 lebih sepeda perbulannya.

"Kita targetnya yang PO di tahun 2023 bisa ketarik semua. Karena yang PO sampai 2023 ada 500-an, belum waiting list 300 orang. Jadi nanti di pabrikasi ada tim sendiri, di sini ada tim sendiri, jadi semua bekerja secara paralel bersama. Nanti tim yang di sana lebih banyak ke assemblu, jadi finishingnya di sini (Cikondang)," ujar Yudi.

Menurutnya tidak mudah untuk menambah kapasitas produksi sepeda, selain sumber daya alam (SDM) juga mencari suku cadang yang berasal dari luar negeri seperti internal gear.

"Kita masih 30 persen (suku cadang) dari Taiwan dan China lagi susah. Yang sudah PO dan DP sampai 2023 itu 500 orang, yang 300 orang lainnya masih kita catat. Karena kita tidak mau terima DP dulu, karena sampai 2024 itu sudah 500 orang lebih. Kita harus bereskan dulu, kalau awal tahun beres, baru kita selesaikan," tuturnya.

Sepeda Kreuz Bike ini kembali menjadi sorotan setelah Presiden Joko Widodo memamerkannya di laman Instagramnya dua pekan lalu. Jokowi juga tak hanya memamerkan Kreuz, tapi juga sepeda merk Polygon dan Element sambil menekankan pentingnya berolahraga dan menjaga kesehatan selama masa pandemi COVID-19 ini.

(yum/hns)