Duh! Ada Pemda Pinjam Rp 500 M ke SMI buat Beli Mobil

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 24 Agu 2020 17:25 WIB
Bank Indonesia telah melakukan persiapan guna menghadapi permintaan penukaran uang menjelang hari raya Idul Fitri 2014. Bank Indonesia menyiapkan uang tunai senilai Rp 156 triliun.
Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Wakil Ketua Komisi XI DPR RI dari Fraksi Nasdem Achmad Hatari mengungkap banyak daerah yang meminjam dana dari pemerintah pusat namun disalahgunakan. Hal itu diadukan langsung ke Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat rapat kerja Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Hatari mencontohkan ada daerah yang meminjam dana dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) senilai Rp 500 miliar namun ternyata digunakan untuk membeli 50 unit mobil. Dengan adanya kejadian ini dia meminta kepada Sri Mulyani sebagai pemegang kas negara untuk berhati-hati dalam memberikan pinjaman.

"Atas nama Komisi XI Ibu (Sri Mulyani) harus terus berlakukan protektif dan advokasi kepada badan-badan usaha di bawah Kementerian Keuangan. Banyak hal yang terjadi di daerah, meminjam kepada SMI Rp 500 miliar ternyata di dalam daftar untuk beli 50 unit kendaraan roda empat untuk masing-masing anggota DPR Provinsi," kata Hatari, Senin (24/8/2020).

"Ibu harus selalu protektif dan advokasi paling tidak harus warning kepada mereka apa itu SMI, paling tidak anggota komisi XI di daerah peminjam itu harus tahu supaya kami ketika reses juga ikut memantau sejauh mana pemanfaatan pinjaman daerah itu. Kalau tidak, itu disalahgunakan," tambahnya.

Kemudian, ada juga daerah yang meminjam Rp 200 miliar namun tidak jelas untuk program apa. Sayangnya dia tidak menyebut lokasi kedua kejadian tersebut.

"Kemarin lagi saya mendapat informasi bukan dapil saya, dia meminta Rp 200 miliar tidak tanggung-tanggung untuk program apa tidak jelas. Jadi ini masukan yang menurut saya Ibu harus betul-betul perhatikan," ucapnya.

Hatari pun mengaku selalu berdoa agar Sri Mulyani dijauhkan dari sakit. Sebab dia mengerti betul bahwa tugas yang diembannya tidak mudah untuk berhati-hati dalam mengeluarkan uang, sementara saat penyerapan anggaran PEN kecil banyak yang menghujatnya.

"Kasihan Ibu Menteri dihajar kiri-kanan tapi maaf saya tidak maksud dramatisasi, saya hanya berdoa, berdoa, berdoa supaya Ibu jangan sakit karena masalahnya tidak sederhana," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Demokrat Vera Febyanthy juga meminta kepada Sri Mulyani untuk berhati-hati dalam mengeluarkan uang. Pasalnya, banyak daerah yang menyalahgunakan anggaran terlebih menjelang Pilkada 2020.

"Ini perlu juga diperhatikan memang banyak sekali penyalahgunaan khususnya di daerah-daerah yang mau melakukan Pilkada ini harus segera diteliti," sarannya.

Menjawab itu, Sri Mulyani memastikan akan melakukan penelitian terkait evaluasi pemanfaatan pinjaman. Dia juga tidak mau jika anggaran yang dikeluarkan untuk membeli kebutuhan pribadi, bukan untuk kepentingan masyarakat.

"Kita akan melakukan penelitian untuk itu karena kita tidak berharap proyek ini untuk pembelian kendaraan bermotor," tegasnya.



Simak Video "Per 22 Oktober 2021, Realisasi PEN Sudah Capai 58,3 Persen"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)