AS Diramal Butuh Waktu Lama Pulih dari Resesi

Soraya Novika - detikFinance
Selasa, 25 Agu 2020 10:16 WIB
WASHINGTON, DC - DECEMBER 24:  Trash begins to accumulate along the National Mall near the Washington Monument due to a partial shutdown of the federal government on December 24, 2018 in Washington, DC. The partial shutdown will continue for at least a few more days as lawmakers head home for the holidays as Democrats and the Trump administration cannot agree on an amount of funding for border security. (Photo by Win McNamee/Photo by Win McNamee/Getty Images)
Ilustrasi/Foto: Getty Images
Jakarta -

Ekonomi AS diyakini bakal terus terpuruk dan dampak buruk resesi bakal terus berlangsung setidaknya sampai satu tahun mendatang.

Sekitar setengah dari anggota National Association of Business Economics (NABE) memprediksi, produk domestik bruto (PDB) AS, tidak akan kembali ke tingkat sebelum pandemi hingga 2022 mendatang. Mayoritas ahli juga percaya, pasar ketenagakerjaan AS baru bisa kembali ke level Februari lalu, paling cepat pada 2022.

Dikutip dari CNN, Selasa (25/8/2020), hampir 80% di antaranya mengatakan ada satu dari empat peluang terjadinya resesi double dip atau resesi berkelanjutan yang diselingi beberapa periode pertumbuhan dan memburuk lagi sebelum pulih sepenuhnya.

Keyakinan para ekonom NABE itu didasarkan pada 235 tanggapan terhadap survei kebijakan ekonomi bulan Agustus 2020 lalu.

Washington telah meluncurkan paket stimulus yang belum pernah digelontorkan sebelumnya sebagai tanggapan atas resesi lalu. Akan tetapi, timbul pro kontra di tengah para ekonom atas tindakan pemerintah tersebut, 40% merasa upaya itu masih belum optimal, sementara 37% lainnya merasa kebijakan itu sudah cukup bijak. Sisanya menganggap pemerintah terlalu banyak memberi stimulus.

Meski begitu, lebih dari separuh ekonom NABE percaya bahwa bantuan tambahan buat para pengangguran dan program perlindungan gaji untuk usaha kecil tetap harus diperpanjang.



Simak Video "Kadin Proyeksikan Ada Tambahan 5 Juta Pengangguran di RI"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)