APBN Sudah Defisit 2% di Juli, Sampai Akhir Tahun Bisa 6,34%

Trio Hamdani - detikFinance
Selasa, 25 Agu 2020 10:59 WIB
Sri Mulyani Indrawati menjadi satu-satunya wanita yang menduduki kursi Menteri Keuangan Republik Indonesia. Ahli ekonomi itu pun bercerita kisahnya di Hari Kartini ini.
Menkeu Sri Mulyani Indrawati/Foto: Hasan Alhabshy
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memaparkan kondisi APBN 2020 terkini di tengah pandemi virus Corona. Keseimbangan primer APBN 2020 hingga Juli negatif Rp 147,4 triliun.

"Posisi APBN hingga Juli 2020, keseimbangan primer negatif Rp 147,4 triliun. Ini kenaikan sangat besar dibandingkan tahun lalu yang sebesar Rp 25,3 triliun," kata Sri Mulyani, Selasa (25/8/2020).

Kemudian realisasi pembiayaan APBN sebesar Rp 503 triliun atau naik 115% dibandingkan tahun lalu. Kenaikan terjadi untuk menutup defisit.

"Kalau kita lihat dari sisi pembiayaan, realisasi pembiayaan anggaran kita Rp 503 triliun. Ini adalah naik sangat tinggi dibandingkan tahun lalu sebesar 115%, karena ini untuk mendanai defisit kita yang realisasinya sudah mencapai Rp 330,2 triliun atau 31,8%" tuturnya.

Sri Mulyani melanjutkan, kenaikan defisit hingga 79,5% dibandingkan tahun lalu yang sebesar 183% menggambarkan penerimaan mengalami tekanan.

"Belanja naik akibat COVID, dan oleh karena itu dampaknya ke defisit sangat besar. Sampai akhir tahun estimasi 6,34% dari GDP, sampai akhir Juli defisit adalah 2% dari GDP," katanya.



Simak Video "Tips Bisnis dan Investasi Ala Sri Mulyani"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ang)