Penutupan Gedung C Bukan Lockdown, Ini Penjelasan Kementan

ADVERTISEMENT

Penutupan Gedung C Bukan Lockdown, Ini Penjelasan Kementan

Alfi Kholisdinuka - detikFinance
Selasa, 25 Agu 2020 11:31 WIB
Kementan
Foto: Kementan
Jakarta -

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian (Kementan) Kuntoro Boga Andri buka suara terkait adanya isu lockdown di Kementan. Menurutnya penutupan sementara gedung C lebih untuk memberikan waktu bagi Satgas COVID-19 untuk melakukan disinfeksi total ke semua ruangan, sehingga tidak ada lockdown di kantor Kementan.

Ia menjelaskan semua pegawai Kementan tetap bekerja dari rumah. Sementara proses disinfeksi diperkirakan hanya berlangsung beberapa hari.

"Kita perlu waktu untuk tindakan pencegahan dan antisipasi penularan lanjutan. Yang terdeteksi pun saat ini sudah ditangani dan isolasi mandiri," jelas Kuntoro dalam keterangan tertulis, Selasa (25/8/2020).

Sejak awal pandemi COVID-19, Kementan telah membentuk satgas COVID-19 yang melibatkan dokter dan tenaga medis. Satgas COVID-19 Kementan bertugas untuk melakukan tracing dan isolasi agar penyebaran virus tidak meluas.

"Kami mengapresiasi gerak cepat tim satgas sehingga pegawai yang berpotensi terpapar virus COVID-19 bisa cepat terdeteksi," ungkap Kuntoro.

Menurutnya, sudah menjadi prosedur tetap di lingkungan Kementan untuk melakukan rapid test secara berkala bagi pegawai yang masih bertugas di kantor maupun lapangan. Jika ditemukan hasil reaktif pada rapid test maka satgas akan secepatnya melakukan uji swab lanjutan.

Langkah tim Satgas COVID-19 Kementan untuk mentracing dan memperketat deteksi memang perlu dilakukan karena sebagian besar pegawai Kementan masih aktif turun ke lapangan.

"Kami tetap ke lapangan, melayani petani, peternak, dan masyarakat yang butuh dukungan Kementan meski saat ini masih pandemi. Yang pasti setiap ke lapangan kami dites secara rutin," jelasnya.

Sementara itu, pembangunan pertanian, kata Kuntoro, memang tidak boleh berhenti. Apalagi sektor pertanian saat ini menjadi penopang bagi perekonomian nasional.

"Terbukti saat ini pertanian bertumbuh positif. Berkontribusi tertinggi bagi PDB. Karena petani masih bekerja dan tugas kami memastikan mereka tetap bekerja. Pangan tidak bisa berhenti," tegasnya.

Kuntoro menambahkan kerja keras insan pertanian di masa pandemi, dapat dilihat dengan bertumbuhnya PDB pertanian 16,4% pada kuartal II/2020. Ekspor pertanian pada Juli 2020 pun tetap tumbuh positif 11,7% dibandingkan Juli 2019. Padahal sektor lainnya seperti migas, industri pengolahan, serta pertambangan dan lainnya tumbuh negatif dibandingkan tahun lalu.

Dari sisi kesejahteraan petani, indikator Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) juga mengalami kenaikan. NTP nasional Juli 2020 sebesar 100,09 atau naik 0,49% dibanding NTP bulan sebelumnya. Sementara NTUP nasional Juli 2020 sebesar 100,53 atau naik 0,28% dibanding NTUP bulan sebelumnya.

Hingga saat ini, kekhawatiran tentang krisis pangan yang disebut Food and Agriculture Organization (FAO) berpotensi terjadi di banyak negara pun masih bisa diredam. Ketersediaan dan harga pangan masih stabil dan terkendali.

Menurut Kuntoro, pandemi telah menyebabkan beberapa permasalahan distribusi produksi petani yang melimpah, sebagai satu contoh. Jajaran Kementan dikerahkan untuk mengatasi permasalahan di lapangan.

Oleh karenanya, kejadian terinfeksi COVID-19 menjadi resiko yang pasti buat jajaran Kementan. Namun menurut Kuntoro, kasus positif pada beberapa pegawai ini telah tertangani. Satgas COVID-19 Kementan telah bergerak cepat untuk mencegah penularannya meluas.

"Resiko ini bagian dari pengabdian kami bagi petani dan negara. Semoga kawan-kawan kami segera pulih. Kita harus terus disiplin mematuhi protokol kesehatan. Pandemi harus kita hadapi, dengan cara yang tepat dan disiplin," pungkasnya.



Simak Video "Bosan Lockdown, Warga Guangzhou China Ngamuk!"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT