Fakta-fakta Sri Mulyani Proyeksi Ekonomi RI Minus di 2020

Hendra Kusuma - detikFinance
Selasa, 25 Agu 2020 17:30 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan perekonomian nasional berpotensi besar masuk zona negatif di sepanjang tahun 2020. Hal itu menyusul realisasi APBN tahun anggaran 2020 yang masih belum memuaskan.

Pada kuartal I-2020, perekonomian Indonesia tumbuh di level 2,97% dan di kuartal II-2020 terkontraksi minus 5,32% akibat pandemi Corona.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini pun mengungkapkan ada beberapa fakta yang membuat ekonomi nasional berpotensi tumbuh negatif di sepanjang 2020. Berikut fakta-faktanya:

1. Prediksi Ekonomi Kuartal III Bisa Minus 2%

Sri Mulyani mengungkapkan outlook pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2020 berada di kisaran 0% hingga minus 2%. Hal tersebut menyusul belum terjadinya pembalikan ekonomi nasional yang solid.

"Kita memang melihat di kuartal III downside risk tetap menunjukkan risiko yang nyata, kuartal III outlook-nya antara 0% hingga negatif 2%," kata Sri Mulyani dalam konferensi APBN KiTa, Jakarta, Selasa (25/8/2020).

Dengan outlook tersebut, Sri Mulyani mengungkapkan pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang tahun 2020 akan berada di kisaran minus 1,1% hingga positif 0,2%.

Menurut Sri Mulyani, kunci agar ekonomi tanah air berada di zona positif adalah konsumsi rumah tangga dan investasi.



Simak Video "Sri Mulyani Harap Ekonomi RI Tumbuh di Atas 4 Persen di Kuartal III"
[Gambas:Video 20detik]