Mau Luncurkan Satelit 150 Gbps, Pemerintah Dapat Pinjaman Rp 5,8 T

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Minggu, 30 Agu 2020 18:27 WIB
Partai NasDem menolak wacana pembekuan KPK. Meski begitu, NasDem mendukung agar KPK memiliki kewenangan SP3.
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate mengatakan di bulan September nanti, pemerintah akan mengumumkan kredit sindikasi untuk pembiayaan peluncuran satelit multifungsi.

Dia mengatakan jumlah kredit pembiayaan yang dibutuhkan untuk peluncuran satelit tersebut mencapai US$ 400 juta atau berkisar Rp 5,8 triliun (dalam kurs Rp 14.500).

"Tanpa banyak bincang, awal September saya kan meng-announce bahwa sindikasi pembiayaan US$ 400 juta untuk penempatan satelit multifungsi untuk menambah kekuatan insfratruktur ICT kita," ungkap Johnny, dalam peluncuran program Karya Kreatif Indonesia Bank Indonesia, Minggu (30/8/2020).

Satelit yang akan diluncurkan dari pinjaman ini akan sangat besar kapasitasnya, mencapai 150 giga byte per second (Gbps) Johnny menyatakan, satelit ini bakal bisa digunakan 2023.

"Itu berarti kita akan mempunyai satu satelit besar yang akan siap digunakan pada 2023, dengan kapasitas 150 giga byte per second," kata Johnny.

Dia melanjutkan, saat ini sendiri ada 9 satelit yang digunakan di Indonesia, 5 di antaranya merupakan satelit nasional, kapasitasnya cuma 50 giga byte per second. Sementara itu, satelit yang kali ini mau diluncurkan kapasitasnya lebih besar 3 kali lipat.

"Sebagai perbandingan, 9 satelit yang saat ini kita gunakan, ada lima nasional dan empat lainnya asing. Itu kapasitasnya sekitar 50 giga byte, dan kita akan meletakkan satu satelit baru dengan kapasitas 3 kali lebih besar dari 9 setelit yang ada," papar Johnny.



Simak Video "Targetkan 10 Kali Lipat, Kominfo Kebut Optimalisasi Internet untuk Faskes"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)