Mengintip Prospek Masa Depan Bisnis 'Bioskop Pribadi'

Anisa Indraini - detikFinance
Minggu, 30 Agu 2020 20:27 WIB
Bioskop rumahan - Anisa Indraini (detikcom)
Foto: Bioskop rumahan - Anisa Indraini (detikcom)
Jakarta -

'Bioskop pribadi' menawarkan tempat untuk nonton film dengan jumlah terbatas dan lebih private. Tempat ini banyak digandrungi kawula muda karena bioskop layar lebar masih tutup, apakah bakal langgeng atau hanya sementara?

Staf Ahli Menteri Bidang Reformasi Birokrasi dan Regulasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Ari Juliano Gema mengatakan bisnis 'bioskop pribadi' bisa langgeng jika membuat model yang berbeda dari bioskop layar lebar.

"Bisa saja langgeng kalau bisa membuat model bisnis yang berbeda dengan bioskop layar lebar," kata Ari kepada detikcom, Jumat (28/8/2020).

Untuk diketahui, 'bioskop pribadi' ini berbeda dari film yang disajikan merupakan film-film indie, bukan hanya film yang sedang menarik perhatian penonton. Tempat duduknya yang nyaman dan private dinilai cocok untuk menghabiskan waktu bersama orang terdekat.

Dante, sebagai Social Media Officer dari 'bioskop pribadi' Subtitles mengakui bisnisnya tidak akan bisa jika harus menyaingi bioskop layar lebar. Sebab pihaknya memiliki pasar tersendiri yakni orang yang benar-benar pecinta film klasik.

"Tapi bioskop ini punya kesempatan untuk ngelawan yang online kayak Neftlix gitu karena platform-platform online ini walaupun ada banyak yang baru belum tentu mereka punya film-film klasik dan dari awal memang target demografik kami orang-orang yang suka banget sama film. Pasarnya memang beda," ucapnya.

Kelanggengannya telah dibuktikan dengan sudah berjalannya bisnis selama 20 tahun atau sejak tahun 2000. Tujuan bisnisnya sejak awal adalah untuk menyediakan tempat bagi film-film yang tidak tayang di bioskop layar lebar.



Simak Video "Kata Asosiasi Bioskop soal Film 'Second' yang Diputar Ulang"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)