Mahfud Bilang Bulan Depan Resesi, Kita Bisa Apa?

Danang Sugianto - detikFinance
Senin, 31 Agu 2020 06:30 WIB
Menkopolhukam Mahfud MD
Foto: Faiq Azmi

Dalam kondisi seperti itu mungkin sebagian besar masyarakat masih bisa berbelanja kebutuhan sehari-hari. Nah bagi masyarakat yang pemasukannya tak berkurang ada baiknya untuk berhemat.

Tauhid menyarankan untuk menunda seluruh pengeluaran untuk kegiatan di luar kebutuhan pokok, seperti liburan. Lalu uangnya bisa dialihkan untuk berinvestasi. Dia menyarankan untuk investasi di pasar modal, karena sudah mulai dalam tren rebound, namun dia tidak menyarankan untuk berinvestasi di nilai tukar.

"Bisa juga investasi di jenis yang likuid seperti emas. Sehingga gampang untuk dicairkan," terangnya.

Sementara untuk masyarakat yang pendapatannya berkurang ada baiknya mulai fokus menata kewajiban utang jika memiliki cicilan. Manfaatkan stimulus yang diberikan pemerintah seperti restrukturisasi utang maupun cicilan kendaraan.

Lalu bagi pengusaha mikro yang pendapatannya tergerus dan memiliki cicilan utang modal usaha, dia mengimbau untuk segera mencari pinjaman yang bunganya lebih murah. Pemerintah juga sudah menyediakan fasilitas bantuan pinjaman untuk UMKM dengan bunga yang sangat rendah bahkan ditanggung pemerintah.

Sementara Ekonom Center of Reform on Economic (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan, jika terjadi resesi hal pertama yang perlu diingat masyarakat adalah resesi berbeda dengan krisis. Sehingga masyarakat tidak perlu panik, karena itu justru akan memperburuk situasi.

Hal berikutnya yang perlu dilakukan oleh masyarakat adalah menabung. Jika memungkinkan persiapkan dana darurat untuk mengantisipasi hal-hal tidak terduga.

"Idealnya dana darurat ini jumlahnya 3 sampai dengan 4 kali dari jumlah pendapatan," terangnya.

Jika masih ada uang lebih, alokasikan untuk investasi di tempat yang terpercaya dan berizin tentunya. Pilihlah instrumen investasi yang memiliki risiko kecil seperti surat utang pemerintah.

"Terakhir, masyarakat perlu menggiatkan gerakan kolaboratif di tingkat RT. Gerakan ini nantinya penting untuk mengetahui beragam bantuan yang diberikan pemerintah, jangan sampai masyarakat tidak mengetahui beragam bantuan yang disalurkan pemerintah padahal berhak menerimanya," tutupnya.



Simak Video "Keyakinan Jokowi RI Jadi Negara Ekonomi Terbesar Ketujuh di Dunia"
[Gambas:Video 20detik]

(das/eds)