Ekonom Khawatir dengan Pengangguran di AS yang Turun, Kenapa?

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 31 Agu 2020 11:29 WIB
Pengangguran
Foto: Fuad Hasim
Jakarta -

Beberapa sektor bisnis di Amerika Serikat (AS) mulai pulih dan sektor pekerjaan mulai bertambah. Pemerintah AS diperkirakan akan melaporkan di bawah 1,4 juta pekerjaan yang pulih pada bulan Agustus, sehingga total pekerjaan yang dipulihkan menjadi sekitar 10,8 juta.

Melihat situasi itu, para Ekonom justru khawatir pemulihan di pasar kerja seperti itu hanya sementara. Jumlah pengangguran dinilai akan kembali meningkat jika kasus virus Corona melonjak lagi bersamaan uang stimulus federal yang habis.

American Airlines (AAL) mengatakan akan memberhentikan atau mencabut 19.000 pekerja. Rencana itu bisa diurungkan jika industri penerbangan mendapat lebih banyak bantuan dari Kongres. United Airlines (UAL) juga telah memperingatkan bahwa mereka akan terpaksa memotong sekitar 20% pilotnya.

Maskapai penerbangan mendapat bantuan hingga US$ 50 miliar atau setara Rp 725 triliun (kurs Rp 14.500/US$) melalui paket stimulus terakhir, dana tersebut dimanfaatkan dengan persetujuan tidak memberhentikan karyawan hingga 1 Oktober.

"Diasumsikan bahwa pada 30 September, virus akan terkendali dan permintaan untuk perjalanan udara akan kembali," kata CEO AAL, Doug Parker dikutip CNN, Senin (31/8/2020).

Ada juga kekhawatiran bahwa sektor perhotelan akan kehabisan waktu karena perjalanan tetap lemah. MGM Resorts (MGM) mengumumkan bahwa mereka merumahkan 18.000 pekerja yang cuti.

"Ada bagian tertentu dari ekonomi yang melibatkan mengumpulkan orang dan memberi mereka makan, menerbangkan mereka ke seluruh negeri, menyuruh mereka tidur di hotel, menghibur mereka. Bagian ekonomi itu akan sangat sulit pulih, itu banyak pekerja," ujar Ketua Federal Reserve, Jerome Powell.



Simak Video "Imbas Corona, Pengangguran Diprediksi Bertambah 5,23 Juta Orang"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)