Bagaimana Cara Industri Sawit RI Tingkatkan Daya Saing?

Zulfi Suhendra - detikFinance
Senin, 31 Agu 2020 13:10 WIB
Pekerja melakukan bongkar muat kelapa sawit yang akan diolah menjadi minyak kelapa sawit Crude palem Oil (CPO) dan kernel di pabrik kelapa sawit Kertajaya, Malingping, Banten, Selasa (19/6). Dalam sehari pabrik tersebut mampu menghasilkan sekitar 160 ton minyak mentah kelapa sawit. File/detikFoto.
Foto: Jhoni Hutapea
Jakarta -

Industri sawit di Indonesia punya banyak cara untuk meningkatkan daya saing. Salah satu yang dinilai paling efektif adalah dengan program kemitraan antara perusahaan dan petani sawit.

Ketua Umum DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Gulat ME Manurung mengatakan dengan adanya kemitraan, pola produksi dan manajemen sawit bisa lebih tertata. Selain itu, akan memicu pertumbuhan ekonomi.

"Kemitraan sangat dibutuhkan petani sawit. Karena tujuannya memberikan kepastian, nilai tambah bagi yang bermitra, pertumbuhan ekonomi, pemerataan serta pemberdayaan masyarakat serta usaha kecil," ujar Gulat ME Manurung dalam keterangannya, Senin (31/8/2020).

Dikatakan Gulat, kelembagaan petani perlu diperkuat dan ditingkatkan peranannya. Melalui kelembagaan yang baik lebih mudah membangun kemitraan sinergis antara perusahaan dan petani. "Model kemitraan dapat diperluas lagi untuk masa kini. Jangan lagi, polanya sebatas kerjasama untuk suplai buah sawit ke pabrik," tambah Gulat yang juga auditor ISPO ini.

Sementara itu, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Joko Supriyono mengatakan, perusahaan dan petani tidak dapat dipisahkan dalam pemenuhan rantai pasok sawit. Bila ada hambatan dalam rantai pasok maka industri akan terdampak.

"Kemitraan menjadi keniscayaan. Hal ini disebabkan adanya tuntutan industri sawit harus semakin kompetitif di pasar global. Di antara komoditas lain, kemitraan petani dengan perusahaan sawit menjadi contoh paling ideal," jelas Joko.

Berkaitan rantai pasok industri sawit, Joko mengingatkan bahwa rantai pasok seharusnya menjadi kepentingan bersama. Langkah ini perlu dilakukan sehingga industri sawit harus mampu bersaing di pasar global maka harus kuat dan berdaya saing secara global.

Selanjutnya
Halaman
1 2