Sensus Penduduk Mulai Hari Ini, Tito Wanti-wanti Corona

Hendra Kusuma - detikFinance
Selasa, 01 Sep 2020 07:20 WIB
Sensus Penduduk Online (SPO) 2020 telah dimulai sejak Sabtu (15/2/2020) lalu. Data warga yang telah masuk dapat dipantau di Kantor Badan Pusat Statistik, Jakarta.
Foto: Agung Pambudhy

Dalam pelaksanaannya, Suhariyanto mengatakan BPS akan menggunakan data Dukcapil Kementerian Dalam Negeri sebagai basis SP 2020. Menurut dia, hasil dari SP 2020 ini akan berdampak signifikan terhadap pembangunan di Indonesia baik di sektor kesehatan, pendidikan, transportasi, perumahan, pangan dan lainnya.

"Hasil sensus penduduk tidak hanya penting untuk perencanaan di masa kini, tetapi juga untuk mengantisipasi apa yang akan terjadi di Indonesia, di masa depan," kata pria yang akrab disapa Kecuk ini.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta para petugas sensus penduduk 2020 mematuhi dan menjalankan secara disiplin protokol kesehatan. Dia tidak ingin proses SP 2020 menjadi klaster baru penyebaran COVID-19.

"Kita paham bahwa sensus penduduk kali ini dilaksanakan pada situasi luar biasa, situasi pandemi, untuk itu protokol kesehatan, prinsip 3 M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) diterapkan sehingga tidak terjadi klaster penularan baik petugas dengan masyarakat," kata Tito.

"Juga perlu diperhatikan misalnya penggunaan bolpoin terjadi tukar menukar, kertas dan lain-lain, ini harus segera diikuti dengan cuci tangan," tambahnya.

Dirinya berharap pelaksanaan SP 2020 dapat melengkapi data Dukcapil yang sudah mencover 99% penduduk Indonesia. Menurut dia, data ini akan berguna dalam perencanaan pebangunan hingga pelaksanaan program pemerintah dalam hal ini bantuan sosial (bansos).

"99% data kependudukan sudah di Dukcapil, masih ada 1% yang belum masuk dalam database. Sensus penduduk melakukan update karena 99% data dukcapil menjadi basis data sekaligus melengkapi 1%, kita harapkan SP 2020 dapat mengcover 100% penduduk Indonesia," ungkapnya.



Simak Video "Tito Ingatkan 5 Pj Gubernur yang Baru Dilantik Cuma Menjabat 1 Tahun"
[Gambas:Video 20detik]

(hek/fdl)