Daging Ayam hingga Buah-buahan Bikin Agustus Deflasi 0,05%

Hendra Kusuma - detikFinance
Selasa, 01 Sep 2020 11:26 WIB
Harga ayam potong di Kota Bandung Jawa Barat, atau per Bulan Juni kembali naik. Seperti di Pasar Tradisional Kosambi, Kota Bandung, saat ini harga ayam potong Rp 45 perkilogram, padahal bulan lalu sekitar Rp 35-40 ribu perkilogram.
Ilustrasi/Foto: Wisma Putra
Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Agustus terjadi deflasi 0,05%. Deflasi terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau 0,86% dengan andil 0,22%.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan deflasi Agustus didominasi oleh penurunan harga daging ayam ras dengan andil 0,09%. Kemudian ada penurunan harga bawang merah dengan andil 0,07%.

"Harga tomat andilnya 0,02%, telur ayam ras dan beberapa jenis buah-buahan seperti jeruk dan pisang masing-masing 0,01%," tuturnya, Selasa (1/9/2020).

BPS mencatat harga daging ayam ras turun di 83 kota. Penurunan tertinggi terjadi di Tanjung Pandan 27% dan Tanjung Selor 23%. Sementara bawang merah harganya turun di 90 kota, terbesar di Tasikmalaya 32% dan Palangka Raya 30%.

Pada bulan kemarin, ada komoditas yang mengalami kenaikan harga meski tipis yaitu minyak goreng dan rokok dengan andil 0,01%. Sedangkan transportasi tercatat deflasi 0,14% dengan sumbangan 0,02%.

"Yang dominan adanya oenurunan tarif angkutan udara andlinya 0,02%. Penurunan tarif ini terjadi di 25 kota IHK, terbesar di Ternate turun sebesar 20% dan Sintang yang sebesar 17%," tuturnya.

Kemudian, kelompok pendidikan pada Agustus mengalami inflasi 0,57% dengan sumbangan 0,03%.

"Kita tahu Juli-Agustus memasuki tahun ajaran baru dan komoditas yang memberikan andil karena kenaikan uang sekola SD, SMA, dan kuliah atau perguruan tinggi masing-masing andilnya 0,01%," katanya.

Selanjutnya, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami inflasi paling tinggi 2,02% dengan andil 0,13%. Komoditas paling dominan adalah kenaikan harga emas perhiasan dengan andil 0,12%.

Kenaikan harga emas terjadi di 90 kota, tertinggi di Pangkal Pinang 31% dan Palangka Raya 22%.



Simak Video "RI Alami Deflasi 0,05% di Agustus 2020"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/ara)