Telat Rapat di DPR, Kepala Bappenas: Harusnya Saya Swab Test

Hendra Kusuma - detikFinance
Rabu, 02 Sep 2020 14:22 WIB
Pemerintah berencana menghimpun anak-anak Indonesia ke dalam satu wadah. Wadah itu bernama Manajemen Talenta Nasional (MTN).
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Kepala Bappenas) Suharso Monoarfa mengatakan ada beberapa anak buahnya yang positif COVID-19. Hal itu juga menjawab beberapa anggota Komisi XI DPR yang mempertanyakan Kepala Bappenas tidak hadir secara fisik.

Di awal rapat kerja Komisi XI DPR dengan pemerintah dalam hal ini, Menteri Keuangan, Kepala Bappenas, Gubernur Bank Indonesia (BI), Ketua Dewan Komisioner OJK, dan Kepala BPS, pimpinan rapat Dito Ganinduto mempertanyakan kehadiran Suharso Monoarfa.

Bahkan Dito sempat menghubungi Suharso melalui saluran telepon, hanya saja tidak terkonfirmasi atau diangkat. Dirinya pun memutuskan untuk melanjutkan rapat sambil menunggu kehadiran Menteri PPN dalam rapat.

Salah satu anggota Komisi XI, Dolfie juga ikut mempertanyakan kehadiran Menteri PPN pada rapat yang membahas asumsi dasar makroekonomi tahun 2021. Menurut dia, Menteri PPN memiliki peran penting dalam tema yang dibahas.

"Kita kan akan membahas hal yang penting. Ini memperlihatkan nggak ada sikap urgency dari pemerintah. Padahal kita menghadapi situasi yang genting. Jadi nggak pas kalau begini," kata Dolfie di ruang rapat KK1 DPR, Jakarta, Rabu (2/9/2020).

Pada kesempatan yang sama, anggota Komisi XI Masinton juga mengajukam interupsi. Dia meminta pimpinam rapat menunda rapat sampai Kepala Bappenas hadir baik secara fisik maupun virtual.

"Saya usul sambil menunggu Kepala Bappenas hadir, diskors saja. Karena ini bahas asumsi makro, dan Kepala Bappenas wajib hadir dalam pemaparannya," ujar Masinton.

Tidak lama usai adanya interupsi, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa pun hadir secara virtual. Dia pun langsung meminta maaf dan menjelaskan alasan terlambat gabung rapat.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Akibat Corona, Pengangguran di RI Bisa Tembus 12 Juta Tahun Depan"
[Gambas:Video 20detik]