Resep Mertua & Jualan Online Bikin 'Uni Etty' Makin Cuan Saat Pandemi

Nurcholis Maarif - detikFinance
Kamis, 03 Sep 2020 17:11 WIB
Tokopedia
Foto: Instagram/Uni Etty
Jakarta -

Digitalisasi ternyata terbukti tak hanya dapat membuat UMKM naik kelas, tetapi jadi 'fondasi' buat menghadapi pandemi seperti saat ini. Sebab hal itulah yang dirasakan penjual makanan khas Padang 'Uni Etty', Rina Indrianti (45).

Jika banyak sektor yang terpuruk akibat pandemi COVID-19, bisnis Uni Etty merasakan sebaliknya. Rina mengatakan penjualan Uni Etty semakin meningkat lebih dari dua kali lipat dari hari-hari biasa. Ada 100 paket per hari yang dilayani, yang artinya Rina bisa mengantongi minimal omzet Rp 10 juta dalam sehari.

"Kalau selama masa pandemi ini justru lumayan signifikan meningkat (penjualannya) ya. Dari pertengahan Maret. Mungkin orang-orang enggak bisa keluar beli (makanan), jadi lebih baik online gitu," kata dia dalam keterangan tertulis, Kamis (3/9/2020).

Namun, Rina mengatakan penerapan pembatasan sosial membuat rentang wilayah pengiriman produknya sedikit menyusut. Jika sebelum pandemi ia melayani hampir seluruh kota di Indonesia, saat ini hanya terbatas di kawasan Jabodetabek dan beberapa kota di Pulau Jawa.

"Jadi untuk saat ini Jabodetabek yang paling banyak. Sama Bandung dan Yogyakarta. Semarang juga oke," ujarnya.

Itu baru tantangan pertama bagi Uni Etty di masa pandemi ini. Kedua, Rina bilang pandemi membuat banyak orang semakin peduli akan kebersihan makanan. Ia mengaku sering ditanya pelanggan apakah produknya higienis atau tidak.

Rina menjawab tantangan tersebut dengan menerapkan protokol kesehatan dalam penyajian kemasan dan pengiriman produknya. Misalnya menjaga jarak antara karyawan saat produksi, menerapkan standar higienis yang lebih tinggi menggunakan plastik vakum untuk kemasannya, dan memastikan produknya cepat sampai ke pelanggan.

Awal Mula Bisnis Uni Etty: Resep Mertua & Digitalisasi

Rina sebenarnya orang Sunda tulen yang menikah dengan orang Padang. Kegemarannya akan masak sejak remaja yang disalurkan saat tinggal di Padang dan resep dari mertualah yang menjadi modal untuk mendirikan Uni Etty pada tahun 2015.

Sebelumnya, gempa Pada tahun 2009 yang menghancurkan rumah dan bisnis suaminya, membuat Rina pindah dari Padang ke Jakarta Pusat lalu akhirnya ke Tangerang Selatan. Rina bilang sempat jualan jam tangan, tas, dan pakaian murah di Pasar Senen, tapi tidak berlangsung lama.

Ibu tiga orang anak ini mengatakan Uni Etty mencoba menawarkan konsep yang unik, yaitu masakan Padang yang memiliki tingkatan pedas dari level 1 sampai 7 untuk. Lalu menu yang ditawarkan juga cukup beragam dan mencapai 29 produk makanan Padang, seperti dendeng balado, rendang daging sapi, rendang paru, dan teri balado.

Semua produk tersebut dikemas dalam plastik vakum dan dijual secara online lewat Tokopedia. Saat itu, pengemasan seperti itu masih jarang digunakan industri rumahan atau UMKM seperti Uni Etty. Hasilnya, ia bisa sangat cuan dari bisnis yang baru dirintisnya tersebut.

Rina bilang dalam sehari berhasil menjual setidaknya 50 paket masakan Padang kemasan 250 gram. Dengan harga Rp 90 ribu hingga Rp 110 ribu, Rina mampu mengantongi omzet sedikit-dikitnya Rp 5 juta per hari.

"Dendeng balado cabai merah level 3 merupakan yang paling laris. Kurang-lebih kalau untuk (penjualan dendeng) cabai merah ya 75%," katanya.

Rina mengakui berjualan secara online memang telah banyak memberi keuntungan. Tak hanya di masa pandemi, tetapi pada waktu-waktu normal biasanya. Sebab pertama ia tidak perlu membayar uang sewa tempat untuk menjalankan bisnisnya.

Kedua, cara pemasarannya tidak repot. Ketiga dan masih banyak keuntungan lainnya, produknya bisa dilihat oleh orang di seluruh wilayah Indonesia. Rina mengatakan apalagi beberapa platform jual-beli online kerap memberikan promo menarik bagi penjual dan pembeli.

Ia mencontohkan beberapa waktu lalu Tokopedia menggelar Festival Santapan Lezat edisi Ramadan 2020. Satu di antara sekian banyak promonya adalah gratis ongkos kirim (ongkir). Rina bilang itu lumayan menguntungkan dan bisa menarik pembeli.

Platform jual beli online seperti Tokopedia, kata Rina, juga menawarkan berbagai macam fitur yang memudahkan penjual. Misalnya, fitur broadcast yang memudahkan penjual memberikan informasi kepada pelanggannya hingga penerapan kata kunci yang membantu pembeli mencari produk yang diinginkan dengan cepat.

Belum lagi dengan tambahan kolom komentar dan rating untuk pelanggan di akun penjual Tokopedia. Kata Rina, kolom ini membantu penjual mendapatkan rekomendasi yang baik dari pelanggan atau sebaliknya.

"Apa yang dicari di kata kunci pasti muncul semua. Terus dari segi toko juga kita bisa lihat ini tokonya gimana 'kan bisa keliatan gitu," tuturnya.

Sebagai informasi, digitalisasi industri rumahan dan UMKM memang sedang menjadi tren dan didorong pemerintah Indonesia untuk semakin maju. Salah satunya lewat gerakan nasional #BanggaBuatanIndonesia yang mengajak berbagai pihak, termasuk Tokopedia, untuk mendorong masyarakat untuk membuat produk berkualitas dan menjualnya secara online.

Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) bahkan sempat menyebutkan pemerintah akan memberi ruang seluas-luasnya untuk transformasi digital pelaku industri rumahan. Kreasi anak bangsa dan produk-produk lokal bakal mendapat dukungan penuh oleh pemerintah.

"Kami berupaya keras agar pandemi ini cepat berlalu, kita harus saling menjaga, saling mendukung dan saling membantu agar ekonomi tidak terkapar dengan membeli karya dan produk-produk Indonesia. Saya yakin dengan kepedulian kita bersama, semua bisa kita lewati," kata Jokowi beberapa waktu lalu.

Sementara dari sisi platform, CEO dan Founder Tokopedia, William Tanuwijaya mengaku bakal terus mendukung pemerataan ekonomi digital Indonesia. Kata dia, Tokopedia konsisten hanya memfasilitasi transaksi domestik selama 11 tahun berdiri.

"Artinya 100% penjual di Tokopedia berdomisili di Indonesia, sekitar 94%-nya adalah penjual berskala ultra mikro. Saat ini, sudah ada hampir 9 juta masyarakat Indonesia yang telah memulai dan mengembangkan bisnis mereka bersama Tokopedia," ujar William.

Kata William, dukungan akan gerakan nasional #BanggaBuatanIndonesia ini bertujuan mengakselerasi adopsi digital bagi para pelaku industri rumahan. Hal ini agar bisnis yang masih sepenuhnya dikelola secara offline dapat segera beroperasi kembali dengan membuka kanal online.

(akn/ega)