Sempat Anjlok, Pemesanan Airbnb Kini Kembali Melonjak

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 04 Sep 2020 14:04 WIB
Aplikasi berbagi Airbnb.
Foto: (iStock)
Jakarta -

Perusahaan penyewa penginapan rumah hingga hotel asal Amerika Serikat melaporkan mengalami lonjakan pemesanan selama pandemi COVID-19. Sempat terpuruk di awal pandemi, pada Juni 2020 pemesanan Airbnb kembali melonjak atau lebih tinggi dari 2019.

"Ada tren yang benar-benar baru. Banyak orang mulai berpergian. Orang-orang memesan selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan," kata CEO Airbnb Brian Chesky, dikutip dari CNN, Jumat (4/9/2020).

Chesky memprediksi sebagian besar pemesanan berasal dari orang-orang yang ingin menghilangkan rasa bosan akibat karantina selama pandemi. Dia mengungkap wisatawan hanya berpergian ke wilayah terdekat dan tujuannya hanya tinggal di penginapan.

Airbnb kini menjadi alternatif orang yang ingin pergi dari rumah. Chesky menambahkan lonjakan bisnisnya mendorong Airbnb berencana melakukan debut penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) di pasar saham akhir tahun ini.

"Kami mulai tahun ini kami berencana untuk go public. Tidak bisa terbayangkan perusahaan bisa go public di masa pandemi. Kini bisnis ini jauh lebih tangguh daripada yang saya kira," ujar Chesky.

Keuntungan Airbnb saat ini tidak datang tanpa melewati tantangan. Mei lalu perusahaan melakukan PHK 1.900 pekerjanya. Perusahaan juga mengalami sejumlah persaingan.

(eds/eds)