Tak Ada Maskapai yang Selamat dari Corona

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 04 Sep 2020 16:45 WIB
Pandemi COVID-19 berdampak dahsyat terhadap industri penerbangan. Wabah itu berdampak ke bisnis maskapai penerbangan di seluruh dunia yang terkapar dan kalut.
Ilustrasi/Foto: Getty Images
Jakarta -

Tak ada maskapai yang tak terdampak corona. Setidaknya itulah realita yang harus dialami industri penerbangan, khususnya bisnis maskapai di tengah pandemi.

Termasuk maskapai Norwegia Air yang harus mengalami penurunan volume penumpang sebesar 91% pada Agustus lalu. Hal ini disebabkan sejumlah armadanya dilarang melakukan penerbangan selama pandemi virus Corona.

Dikutip dari Reuters, Jumat (4/9/2020) Norwegia Air mengatakan hanya menerbangkan 313.316 penumpang pada Agustus 2020. Angka itu lebih rendah dari Agustus 2019 yang menerbangkan 3,5 juta penumpang. Rata-rata hanya 62,1% kursinya yang terisi, yang pada 2019 bisa mencapai angka 90%.

Penurunan volume penumpang ini di saat maskapai tengah berusaha melakukan restrukturisasi keuangan putaran kedua. Maskapai mengatakan akan menerbangkan 25-30 pesawatnya dalam beberapa bulan mendatang, sementara lebih dari 100 tetap diparkir.

Sebagai bentuk penyelamatan bisnis maskapai dari keruntuhan, kreditor Norwegia Air pada Mei lalu memberikan pinjaman dijamin negara sebesar US$ 336 juta atau setara Rp 4,9 triliun (kurs Rp 14.700).

Norwegia Air berharap dapat menyelesaikan pembiayaan kedua pada akhir tahun untuk menghindari kehabisan dana pada April 2021. Selain itu, maskapai juga akan meminta bantuan tambahan kepada pemerintah Norwegia.

"Krisis Corona berdampak pada industri penerbangan dan terus menciptakan ketidakpastian di semua pasar. Kebutuhan akan paket dukungan likuiditas jangka panjang menjadi lebih penting untuk melindungi pariwisata, lapangan kerja dan perdagangan internasional," kata CEO Norwegia Jacob Schram.

Konfederasi Perusahaan Norwegia (NHO) telah menjadwalkan pertemuan dengan pemerintah Norwegia pekan depan untuk membahas kebutuhan maskapai penerbangan seperti Norwegia Air, Scandinavian Airlines System (SAS) dan Wideroe.



Simak Video "Sederet Maskapai Dunia yang Bangkrut Gara-gara Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)