Saham Melonjak Hampir 500%, 'Elon Musk' China Jadi Miliarder

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Sabtu, 05 Sep 2020 12:15 WIB
Ilustrasi bendera China/ebcitizen.com
Ilustrasi/Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Kekayaan William Li, pengusaha mobil listrik asal China mengalami kenaikan. Hal ini terjadi karena saham NIO naik hingga 472% sejak akhir Mei tahun ini.

Li yang dijuluki 'Elon Musk' dari China ini sebelumnya berjuang keras untuk meningkatkan penjualan mobil listrik. Namun pada kuartal I tahun ini produksi dan pengiriman NIO tercatat mengalami kenaikan hingga US$ 194 juta.

Jumlah kendaraan listrik yang diproduksi mencapai 10.331 lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Mengutip Forbes disebutkan pasar mobil di China mulai menunjukkan tanda perbaikan usai pandemi di China mereda.

Konsultan Automotive Foresight Yale Zhang mengungkapkan NIO beruntung tahun ini mendapatkan investor, mempercepat peluncuran produk baru hingga mempertahankan kualitas layanan.



Dia menyebut Li bisa terus memanfaatkan momentum ini dengan tetap optimistis menetapkan target dan fokus pada produksi hingga kualitas.

NIO diproyeksi akan memproduksi hingga 11.500 unit kendaraan pada kuartal ketiga tahun ini. Margin kotor NIO disebut akan naik dua digit karena meningkatnya penjualan dan efisiensi suku cadang.

Rival NIO, Xpeng dan Li Auto saat ini juga sedang menikmati peningkatan saham. Pendiri Xpeng He Xiaopeng saat ini memiliki kekayaan bersih US$ 4,1 miliar naik dari sebelumnya US$ 1,2 miliar.

Pendiri Li Auto, Li Xiang menjadi miliarder untuk pertama kalinya pada Juli setelah berhasil mengumpulkan dana segar hasil IPO di Nasdaq sebesar US$ 1,1 miliar.

Penjualan kendaraan dengan energi terbarukan ini mulai pulih paska pandemi COVID-19. Konsumen di China membeli hingga 98.000 unit kendaraan listrik pada Juli.



Simak Video "Momen Lucu Ketika Elon Musk Lupa Nama Anaknya yang Rumit"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/eds)