Sopir Angkutan Umum Keluhkan Tarif Tol Naik di Tengah Pandemi

Dian Firmansyah - detikFinance
Sabtu, 05 Sep 2020 13:45 WIB
Sopir angkutan umum curhat soal kenaikan tarif tol
Foto: Dian Firmansyah/Kontributor
Purwakarta -

Tarif jalan tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang (Cipularang) dan Tol Padalarang-Cileunyi (Padaleunyi) naik sejak Sabtu (05/09/2020) pukul 00.00 WIB. Penyesuaian tarif ini dilakukan atas usulan dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dan sesuai Keputusan Menteri PUPR Nomor 50/KPTS/M/2015

Namun kenaikan tarif di tengah pandemi virus Corona ini dikeluhkan oleh para pengguna jalan bebas hambatan tersebut, contohnya pengakuan beberapa sopir bus angkutan umum yang setiap hari melintas jalan ini.

Mereka mengaku keberatan dengan kenaikan tarif, selain karena beban biaya yang bertambah namun pendapatan berkurang gegara dampak pandemi ini, pelayanan tol pun di sentil para sopir.

"Ya setuju enggak setuju pak, soalnya kurang tepat saat pandemi kayak begini malah naik, terus kalo memang naik ya harus di tingkatkan lagi lah pelayanan nya seperti apa, kadang-kadang semrawut kadang-kadang gimana di jalan tol ada kemacetan harusnya cepat tanggap lagi lah kalo ada apa-apa, jalannya sih Alhamdulillah mulus," jelas Hendi sopir angkutan umum jurusan Garut-Bekasi, ditemui detikcom usai melakukan pembayaran di Gerbang tol Jatiluhur, Sabtu (05/09/2020).

Hak senada dikatakan Ismail sopir bus angkutan umum jurusan Bandung-Bekasi, ia menuturkan belum mengetahui apakah akan ada kenaikan tarif (ongkos) atau enggak.

"Kalau ini kan ongkos yang sekarang ini ongkos pandemi, belum normal. kurang tau urusan kantor Masalah ongkos naik atau enggak," ucapnya.

Sementara itu, PT Jasa Marga (Persero) Tbk selaku operator membeberkan alasan tarif kedua ruas tol itu naik.

"Memang baru direncanakan akan diberlakukan di bulan September tahun 2020. Dapat kita lihat, adanya penundaan penyesuaian tarif tol selama kurang lebih 7 bulan tersebut menandakan bahwa pemerintah dalam hal ini diwakili oleh Kementerian PUPR dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dalam hal ini Jasa Marga, telah mempertimbangkan dampak dari pandemi COVID-19 terhadap ekonomi masyarakat," kata Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga Dwimawan Heru dalam keterangan resminya, Sabtu (5/9/2020).

Selain itu Dwimawan menegaskan kenaikan tol tersebut juga didasarkan pada laju inflasi. Di sisi lain, sementara Badan Pusat Statistik mencatat 2 bulan terakhir deflasi.

"Tetap ada inflasi. Kan inflasinya ini inflasi 2 tahun terakhir," terang Dwimawan

Sebagai informasi, berikut kutipan protes RK yang diunggah di akun Instagram-nya @ridwankamil. Berikut petikannya

Menaikkan tarif tol di situasi ekonomi sulit saat pandemi ini sangatlah tidak bijak. Ekonomi yang potensi resesi ini hanya akan diperparah oleh kebijakan korporasi ini. Karena sub sektor ekonomi turunannya akan ikut naik.

BUMN yang lain-lain berlomba menurunkan, mengharatiskan, mensubsidi, ini malah menaikan beban ongkos ekonomi. Mohon ditunda dan ditinjau ulang sampai situasi ekonomi membaik, karena itu bagian dari bela negara anda.



Simak Video "Sopir Sambut Gembira Penundaan Kenaikan Tarif Tol Cipularang dan Padaleunyi"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)