Pekerja Nonaktif Mau Dapat BSU? Coba cek SMS dari BPJAMSOSTEK

Yudistira Imandiar - detikFinance
Selasa, 08 Sep 2020 21:35 WIB
bpjs ketenagakerjaan
Foto: dok bpjs ketenagakerjaan
Jakarta -

Pekerja yang sudah mengundurkan diri atau terkena PHK setelah tanggal 30 Juni 2020 juga dapat menerima Bantuan Subsidi Upah. Dengan syarat, mereka harus memenuhi kriteria penerima bantuan berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 14 Tahun 2020.

Calon penerima bantuan yang sudah tidak aktif bekerja di perusahaan akan menerima SMS untuk konfirmasi data dari BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK). Dalam SMS tersebut, dicantumkan link yang bertaut ke data personal pekerja di database BPJAMSOSTEK, dan link yang diberikan berbeda-beda untuk setiap pekerja.

Setelah membuka link, pekerja diminta melengkapi data terkait rekening untuk pengiriman BSU. Rekening yang diinput wajib milik pribadi dan selaras dengan data pekerja di BPJAMSOSTEK.

Direktur Utama BPJAMSOSTEK Agus Susanto memaparkan, SMS dikirimkan kepada pekerja yang mengundurkan diri atau dinonaktifkan status kepesertaan BPJAMSOSTEK setelah 30 Juni. Selain itu, tenaga kerja yang punya Nomor Induk Kependudukan (NIK) valid dan nomor ponsel aktif, dan tenaga kerja yang belum mengikuti program Kartu Prakerja juga mendapatkan SMS tersebut.

"Atas kondisi tersebut BPJAMSOSTEK berinisiatif mengirimkan kabar gembira tersebut kepada para pekerja yang sudah keluar atau nonaktif dari BPJAMSOSTEK bahwa mereka masih berhak mendapatkan Bantuan Subsidi Upah sehingga kita kirimkan SMS tersebut," kata Agus dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (8/9/2020).

Agus mengemukakan, sampai hari ini sudah 398.126 sms yang berhasil dikirimkan. Adapun 130.956 peserta telah berhasil melakukan konfirmasi.

Deputi Direktur Bidang Project Management Office BPJAMSOSTEK Romie Erfianto menimpali, peserta BPJAMSOSTEK yang menerima SMS konfirmasi tersebut wajib melengkapi data nama bank dan nomor rekeningnya.

"Nanti kita minta kepada pekerja yang dalam hal ini 390 ribu sekian (calon penerima BSU) yang sudah kami sampaikan tadi lewat SMS yang berhasil dikirim untuk mengkonfirmasi data sesegera mungkin, sehingga kami bisa memproses datanya sebagai calon penerima BSU," kata Romie.

Direktur Renstra dan TI BPJAMSOSTEK Sumarjono berpesan agar pekerja yang mendapatkan SMS mencermati pengirim SMS tersebut. Jangan sampai mendapatkan SMS palsu dari pihak tak bertanggung jawab yang mengatasnamakan BPJAMSOSTEK untuk mencuri data atau tindakan merugikan lainnya.

"Tolong rekan-rekan pekerja cek kembali dari mana sumber pengirimnya, yang asli adalah dari BPJAMSOSTEK. Mohon dicek tidak dari sumber-sumber yang lain yang tidak tidak resmi yang memanfaatkan sistuasi seperti sekarang ini untuk mendapatkan keuntungan," kata Sumarjono.



Simak Video "Ini Syarat Dapat Rp 600 Ribu dari Jokowi"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/hns)